Kisah Yendi Jual Beras Lokal, Penjualan Tembus 30 Ton Per Bulan dan Harga Miring

Usaha beras lokal milik Yendi di Jalan Parit Cik Minah Darat, Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA/Anggita Putri
JUAL BERAS - Pemilik Usaha beras lokal, Yendi saat menunjukan kualitas beras lokal yang diproduksi di Jalan Parit Cik Minah Darat, Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya . 

Ringkasan Berita:
  • Melalui merek Beras Lokal Berkah Tani di bawah naungan PT Berkah Jaya Tani, usaha yang dirintis sejak 2021 itu kini mampu memproduksi gabah hingga 2 sampai 5 ton per hari.
  • Yendi mengatakan, selama beberapa tahun terakhir pasokan gabah untuk produksinya masih terjaga karena musim panen di sejumlah daerah di Kalbar tidak berlangsung secara serentak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA – Usaha beras lokal milik Yendi di Jalan Parit Cik Minah Darat, Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya, terus berkembang dan mendapat permintaan tinggi dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Melalui merek Beras Lokal Berkah Tani di bawah naungan PT Berkah Jaya Tani, usaha yang dirintis sejak 2021 itu kini mampu memproduksi gabah hingga 2 sampai 5 ton per hari.

Yendi mengatakan, selama beberapa tahun terakhir pasokan gabah untuk produksinya masih terjaga karena musim panen di sejumlah daerah di Kalbar tidak berlangsung secara serentak.

“Kalau satu daerah selesai panen, daerah lain mulai panen. Jadi bahan baku kami alhamdulillah tidak putus. Dulu banyak ambil dari Landak sampai Sambas,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sejumlah daerah mulai memasuki masa panen sehingga produksi diperkirakan meningkat dalam dua bulan ke depan.

Baca juga: Cara Ambil Bantuan Pangan Beras Juni 2026 di Kantor Pos, Syarat Dokumen yang Wajib Dibawa KPM

Ia menyebutkan, jaringan pemasaran Beras Lokal Berkah Tani kini sudah menjangkau berbagai wilayah seperti Teluk Batang, Padang Tikar, Ngabang hingga Sintang. Bahkan, permintaan juga datang dari luar Kalimantan Barat, meski belum seluruhnya dapat dipenuhi karena keterbatasan produksi.

“Kalau permintaan sebenarnya banyak. Kadang seminggu ke depan pesanan sudah penuh, tapi kami masih kalah produksi,” katanya.

Dalam sebulan, Yendi mengaku mampu menjual sekitar 30 ton beras. Permintaan terbesar berasal dari pedagang pasar dan agen sembako yang sekali memesan bisa mencapai 2 hingga 4 ton.

Meski demikian, produksi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada proses pengeringan padi karena sangat bergantung pada kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kalau cuaca bagus tentu lebih cepat. Tapi sekarang sering hujan, jadi pengeringan kurang maksimal,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, kenaikan biaya produksi juga menjadi tantangan tersendiri. Yendi mengungkapkan harga solar, karung hingga gabah mengalami kenaikan signifikan dalam satu bulan terakhir.

“Harga solar dulu sekitar Rp10 ribu sampai Rp12 ribu, sekarang jadi Rp16 ribu. Karung yang sebelumnya Rp900 sekarang sampai Rp1.600 per lembar. Harga gabah juga naik sampai Rp7 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Akibat kenaikan biaya tersebut, harga beras lokal di pasaran kini berada di kisaran Rp13.500 hingga Rp14 ribu per kilogram.

Untuk menarik minat konsumen, Beras Lokal Berkah Tani dipasarkan dalam kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram, lengkap dengan bonus centong nasi.

Yendi mengatakan promosi produknya awalnya dilakukan melalui Facebook dan marketplace. Dari sana, pelanggan mulai mencoba dan akhirnya menjadi langganan tetap.

“Awalnya lewat Facebook dan marketplace. Setelah coba ternyata cocok, akhirnya berlanjut sampai sekarang,” tutupnya.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved