Bupati Sintang Gregorius Bala Kenang Masa Sulit, Pernah Tinggal Kelas dan Telat Bayar Sekolah

Di hadapan para siswa dan orang tua, ia mengaku pernah tinggal kelas hingga terlambat membayar uang sekolah semasa SD.

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
HADIRI PERPISAHAN SEKOLAH - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, membagikan kisah masa kecilnya yang penuh keterbatasan saat menghadiri acara perpisahan pelajar kelas VI SD Panca Setya 1 Sintang di Pendopo Bupati Sintang, Sabtu, 23 Mei 2026. Di hadapan para siswa dan orang tua, ia mengaku pernah tidak naik kelas hingga terlambat membayar uang sekolah semasa SD. 

Ringkasan Berita:
  • Gregorius Herkulanus Bala membagikan kisah masa kecilnya yang penuh keterbatasan saat menghadiri perpisahan siswa kelas VI SD Panca Setya 1 Sintang
  • Ia mengaku pernah tinggal kelas dan terlambat membayar uang sekolah karena kondisi ekonomi keluarga. 
  • Bala memotivasi para siswa agar tidak minder menghadapi kesulitan hidup dan tetap berusaha meraih kesuksesan. 
  • Ia juga meminta para alumni menjaga nama baik sekolah, menjauhi narkoba, mendorong yayasan dan sekolah meningkatkan kualitas pendidikan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG -  Suasana haru dan penuh motivasi terasa di Pendopo Bupati Sintang saat perpisahan siswa kelas VI SD Panca Setya 1 Sintang, Sabtu 23 Mei 2026.

Di hadapan puluhan siswa dan orang tua murid, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, justru membuka sambutannya dengan kisah masa kecil yang penuh keterbatasan.

Ia mengaku pernah tinggal kelas saat SD hingga terlambat membayar uang sekolah karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Pengalaman itu, menurut Bala, menjadi titik balik yang membentuk dirinya hingga bisa menjadi kepala daerah seperti sekarang.

“Saya dulu pernah tidak naik kelas waktu SD dan pernah terlambat membayar uang sekolah karena keterbatasan saya waktu itu. Maka saya berpesan kepada anak-anak dan orangtua yang barangkali mengalami kendala seperti saya dulu, jangan berkecil hati.  Karena dari hal-hal terburuk kadang terjadi titik balik untuk menjadi sukses,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Haru Penemuan Bayi Rui di Sintang, Sang Ibu Titip Pesan Jangan Ganti Namanya

Acara perpisahan tersebut dihadiri perwakilan Yayasan Sukma, pimpinan dan dewan guru SD Panca Setya 1 Sintang, siswa kelas 1 hingga kelas 6 serta para orang tua murid.

Tahun ini, sebanyak 29 pelajar kelas VI akan menamatkan pendidikan dasar dan melanjutkan ke jenjang SMP.

Dalam sambutannya juga, Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Yayasan Sukma karena pernah menempuh pendidikan di sekolah milik yayasan tersebut di Lanjing, Kecamatan Kelam Permai.

“Saya juga bagian dari Yayasan Sukma. Saya pernah belajar di sekolah yang dikelola yayasan ini di Lanjing Kelam Permai,” ujar Bala.

Ia berharap Yayasan Sukma terus menjaga kualitas pendidikan agar tetap mendapat kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, jumlah siswa yang masih cukup banyak menjadi bukti bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar terhadap sekolah tersebut.

“Yayasan Sukma harus mampu menjaga sekolah yang masih ada dengan meningkatkan kualitasnya supaya terus mendapatkan kepercayaan dari orangtua murid. Masih cukup banyaknya siswa menandakan masih ada pengakuan akan keberadaan sekolah ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bala juga memotivasi para siswa dengan menceritakan pengalaman hidupnya semasa kecil. Ia mengaku pernah mengalami masa sulit, termasuk tidak naik kelas dan terlambat membayar uang sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.

“Saya dulu pernah tidak naik kelas waktu SD dan pernah terlambat membayar uang sekolah karena keterbatasan saya waktu itu. Maka saya berpesan kepada anak-anak dan orangtua yang barangkali mengalami kendala seperti saya dulu, jangan berkecil hati. Karena dari hal-hal terburuk kadang terjadi titik balik untuk menjadi sukses,” pesannya disambut tepuk tangan para hadirin.

Kepada 29 siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP, Bala meminta agar mereka menjaga nama baik sekolah dan yayasan di manapun berada. Ia mengingatkan para siswa untuk tidak sombong, namun juga tidak minder.

“Bawa nama SD Panca Setya 1 dan Yayasan Sukma dengan baik dan bertanggung jawab. Jangan membuat malu, jangan lagak atau sombong, tetapi jangan juga minder. Tunjukkan bahwa kalian adalah alumni SD Panca Setya 1 Sintang,” tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved