Harga BBM, LPG dan Minyak Goreng Melambung, UMKM di Pontianak Kian Menjerit
Supervisor Warung Nasi Jalang, Ahmad, mengungkapkan kenaikan harga minyak goreng sangat memengaruhi aktivitas produksi usaha mereka.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
- Lonjakan harga BBM, LPG, dan minyak goreng berdampak langsung pada biaya operasional usaha, termasuk Warung Nasi Jalang di Pontianak.
- Meski harga bahan baku naik, pelaku usaha tetap menjaga harga dan kualitas, tetapi margin keuntungan semakin berkurang dan berharap ada stabilisasi harga dari pemerintah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Kenaikan harga sejumlah komoditas mulai dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha.
Setelah harga BBM dan LPG nonsubsidi mengalami lonjakan, kini giliran minyak goreng yang ikut melambung dan menambah beban biaya operasional.
Kondisi ini berdampak langsung pada pelaku UMKM di Kota Pontianak.
Baca juga: Pelaku Usaha Kuliner di Pontianak Keluhkan Kenaikan Harga LPG Non-Subsidi
Salah satunya dirasakan oleh Warung Nasi Jalang yang berlokasi di Jalan Irian, Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan.
Supervisor Warung Nasi Jalang, Ahmad, mengungkapkan kenaikan harga minyak goreng sangat memengaruhi aktivitas produksi usaha mereka.
Biaya bahan baku yang terus meningkat membuat pelaku usaha harus memutar otak agar tetap bertahan.
“Memang terjadi kenaikan harga bahan baku di pasar, seperti minyak goreng yang berdampak pada daya produksi kami,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.
Baca juga: Dampak BBM Mahal: Industri di Kalbar Kian Tertekan, Pekerja Terancam PHK
Meski menghadapi tekanan biaya, pihaknya berusaha menjaga kualitas makanan serta tidak menaikkan harga jual kepada pelanggan.
Namun, konsekuensinya margin keuntungan menjadi semakin tipis.
“Biasanya daya produksi kami meningkat, tetapi margin keuntungan otomatis berkurang atau menipis,” jelasnya.
Hingga saat ini, Warung Nasi Jalang masih mempertahankan porsi dan harga menu seperti biasa demi menjaga kepercayaan pelanggan.
Namun jika kondisi ini terus berlanjut, pelaku usaha khawatir akan semakin sulit bertahan.
Ahmad berharap harga minyak goreng dapat kembali stabil agar tidak terus membebani pelaku UMKM.
Selain itu, ia juga mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku dan mengendalikan harga di pasaran.
“Kami berharap harga bisa stabil dan pasokan tetap lancar, sehingga kami tetap bisa menjaga kualitas produk,” pungkasnya.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Wanita Tua Simpan Sabu di Ketapang, Viral Pencurian SMPN 1 Anjongan |
|
|---|
| Cuaca Kalbar Besok 27 April 2026 di 14 Daerah! Suhu Udara Capai 23 Derajat, Pontianak Hujan Lebat |
|
|---|
| Detik-detik Kebakaran Lahan di Kedamin Hulu: Dekat Tiang Listrik dan Gudang Gas, Warga Ketakutan |
|
|---|
| Pemkot Pontianak Akan Sulap Pasar Tak Optimal dengan Konsep Baru, Seperti Apa? |
|
|---|
| Daftar Money Changer di Sanggau dan Alternatif Bank untuk Tukar Uang Asing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Minyak-goreng-melambung-234545.jpg)