Program JKN Jadi Penolong Keluarga Marlina Obati Penyakit Kelenjar Getah Bening
Ia merasa sangat bersyukur karena selama proses pengobatan ini, tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan berkat kepesertaan JKN yang ditanggung...
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Marlina (40), seorang petani asal Desa Dungun Perapakan, Kecamatan Tebas, Kalimantan Barat, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam mendampingi suaminya menjalani pengobatan penyakit kelenjar getah bening.
Melalui rujukan dari Puskesmas Pemangkat ke RSUD dr. Abdul Aziz Kota Singkawang, suaminya kini sedang menjalani proses lanjutan yang direncanakan untuk tindakan pengangkatan kelenjar guna mengembalikan kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.
Selama ini, suami Marlina yang bekerja sebagai buruh sawit mengalami hambatan besar dalam menjalankan pekerjaan karena pembengkakan pada leher yang mengganggu aktivitas fisik.
Kondisi ini membuatnya sulit bekerja seperti biasa karena rasa tidak nyaman dan menurunnya tenaga.
Kelenjar getah bening yang membesar membuatnya tidak dapat melakukan pekerjaan berat, padahal pekerjaan di lahan sawit sangat mengandalkan kekuatan fisik.
“Sudah lama suami saya mengalami pembengkakan di bagian leher. Selama ini masih menjalani pengobatan jalan dan minum obat dari Puskesmas, tapi belum ada perubahan berarti. Akhirnya dirujuk ke RSUD Abdul Aziz untuk tindakan lebih lanjut,” ungkap Marlina.
Baca juga: Rusmiati Akui Program JKN Beri Jutaan Manfaat
Ia merasa sangat bersyukur karena selama proses pengobatan ini, tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan berkat kepesertaan JKN yang ditanggung oleh pemerintah.
Marlina menyebutkan bahwa tanpa adanya program ini, mereka mungkin akan sangat kesulitan membiayai pengobatan yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, obat-obatan, hingga tindakan medis lanjutan.
“Kami tidak keluar biaya sama sekali. Semua dari BPJS Kesehatan. Ini sangat membantu, apalagi kami hidup sebagai petani dan penghasilan tidak tetap. Bisa berobat tanpa memikirkan biaya, itu sudah sangat luar biasa bagi kami,” tambahnya.
Suaminya telah beberapa kali menjalani kontrol dan pemeriksaan di rumah sakit dengan hasil yang menunjukkan bahwa pengangkatan kelenjar menjadi opsi terbaik.
Hal ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan dan memungkinkan suaminya untuk kembali bekerja seperti semula. Marlina berharap proses tersebut berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik bagi suaminya.
Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan memang terus menunjukkan peran penting dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah pedesaan dan bekerja di sektor informal.
Kepesertaan yang ditanggung oleh pemerintah menjadi penyelamat bagi keluarga-keluarga dengan penghasilan terbatas, seperti yang dialami oleh Marlina.
Baca juga: Program JKN Bantu DIna Semangat Jalani Pengobatan
Di Puskesmas Pemangkat, suaminya menjalani pengobatan awal berupa pemberian obat-obatan seperti pil dan tablet untuk meredakan gejala. Namun karena belum menunjukkan perkembangan signifikan, pihak Puskesmas merujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk pemeriksaan lanjutan dan kemungkinan tindakan operasi.
Program rujukan ini menjadi bukti bahwa sistem JKN dirancang tidak hanya untuk pengobatan dasar, tetapi juga untuk menjembatani akses menuju layanan spesialistik dan rumah sakit lanjutan.
| Masih Tidak Mampu Tapi BPJS Nonaktif? Ini Cara Mengaktifkan Kembali PBI JK |
|
|---|
| 4 Cara Mudah Cek Status BPJS Kesehatan, Bisa Lewat Mobile JKN dan WhatsApp PANDAWA |
|
|---|
| Daftar BPJS Kesehatan PBI 2026, Gratis untuk Warga Tidak Mampu, Lengkap Syaratnya Untuk Daftar |
|
|---|
| Komisi III DPRD Ketapang Bahas Pelayanan BPJS Bersama RS Fatima Ketapang |
|
|---|
| Cara Aktifkan Lagi BPJS Kesehatan yang Nonaktif, Tak Perlu Panik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Marlina-40-Peserta-Program-Jaminan-Kesehatan-Nasional-JKN.jpg)