Waspada DBD
Dua Anak Meninggal Dunia Akibat DBD di Kapuas Hulu, Dinkes Minta Masyarakat Lebih Waspada
"Dua orang anak yang meninggal dunia ini, meninggal di Perinatal Intensive Care Unit (PICU) RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau dengan kondisi Dengu
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP KB) Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, di bulan November 2024 ada dua orang anak meninggal dunia akibat penyakit Demam Dengue Berdarah (DBD) digigit nyamuk Aedes Aegypti.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes PP KB Kapuas Hulu, Kastono, menyampaikan bahwa dua anak yang meninggal dunia akibat DBD tersebut yaitu dari Kecamatan Putussibau Utara.
"Dua orang anak tersebut adalah anak usia 9 tahun, masuk rumah sakit pada tanggal 18 November 2024 pukul 08.30 WIB, meninggal dunia pada tanggal 19 November 2024 sekitar pukul 19.30 WIB," ujarnya, Senin 25 November 2024.
Kemudian satu orang anak lagi yaitu anak usia 4 tahun, masuk rumah sakit tanggal 18 November 2024 pukul pukul 21.09 WIB, dan meninggal dunia tanggal 24 November 2024 sekitar pukul 17.30 WIB.
• Cegah DBD Puskesmas Empanang Kapuas Hulu Laksanakan PJB
"Dua orang anak yang meninggal dunia ini, meninggal di Perinatal Intensive Care Unit (PICU) RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau dengan kondisi Dengue Shock Syndrome (DSS)," ucapnya.
Kastono menjelaskan, hingga saat ini masih ada 5 orang yang sedang dirawat di rumah sakit umum daerah dr Achmad Diponegoro Putussibau, dikarenakan akibat penyakit DBD.
"Kalau berdasarkan data penderita DBD di Kabupaten Kapuas Hulu bulan September - 25 November 2024 sebanyak 44 kasus, tersebar di Putussibau Utara 25 orang, Badau 8 orang, Batang Lupar 5 orang, Pengkadan 1 orang, Silat Hulu 2 orang, Putussibau Selatan 1 orang, Silat Hulu 2 orang, dan Empanang 1 orang," ujarnya.
Kastono menjelaskan, untuk meningkatkan kewaspadaan peningkatan kasus DBD di Kabupaten Kapuas Hulu akibat dampak musim penghujan, perlu dilakukan peningkatan surveilans kasus, dan surveilans factor terhadap kejadian kasus DBD melalui kegiatan pemantauan jentik berkala melakukan komunikasi, informasi dan edukasi ke masyarakat tentang pemahaman pengenalan gelaja DBD, agar segera ke fasilitas kesehatan.
"Lakukan penyuluhan di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan lainnya dengan sasaran pasien dan keluarganya, terus penyuluhan ke sekolah, penyuluhan ke pemukiman, penyuluhan melalui Media Massa, agar masyarakat luas mengetahui informasi tentang cara penularan dan pencegahan DBD serta bagaimana cara pertolongan pertama pada penyakit DBD," ucapnya.
Kemudian penyuluhan di tempat-tempat Umum, dan harus ada peningkatan peran serta Masyarakat yaitu pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan melakukan 3M Plus melalui kegiatan Menguras, Menutup dan Memanfaatkan atau Mendaur ulang barang bekas.
Terakhir plus mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti nyamuk oles, spray, memberantas jentik nyamuk dengan larvasida di genangan air, menanam tanaman pengusir nyamuk dan melakukan gerakan gotong-royong di lingkungan tempat tinggal masing-masing melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) di lingkungan rumah, lingkungan perkantoran, sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum (TTU).
Dimana jelas Kastono, kegiatan PSN 3M Plus dan GIRIJ dilakuan secara rutin sekurangnya seminggu sekali, dengan cara melakukan pencatatan hasil pemantauan jentik di rumah pada kartu jentik, mengenal tanda dan gejala DBD, sehingga segera melakukan pemeriksaan kepada petugas kesehatan jika ada anggota keluarga yang diduga menderita penyakit DBD.
"Kepada masyarakat apabila ditemukan gejala demam pada anak untuk segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk dicek apakah positif DBD atau bukan, jangan sampai terlambat, seperti yang sudah ada kejadian meninggal karena datang sudah dalam kondisi dengue shock syndrome, sehingga sulit untuk ditolong," ungkapnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
nyamuk Aedes aegypti
meninggal dunia
Waspada DBD
Demam Berdarah Dengue
Dinas Kesehatan
Kapuas Hulu
Kalimantan Barat
Kalbar
Senin 25 November 2024
Lima Pasien DBD Dirawat di RS Achmad Diponegoro Putussibau, 4 Pasien Akan Dipulangkan |
![]() |
---|
Waspada DBD, Puskesmas Boyan Tanjung Kapuas Hulu Koordinasi ke Camat |
![]() |
---|
Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Catat 20 Kasus DBD Selama Desember 2024 |
![]() |
---|
Penderita DBD di Kapuas Hulu Capai 164 Orang, Dua Diantaranya Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Anggota DPRD Sanggau Ingatkan Masyarakat Waspada DDB |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.