Berita Viral
Harga Rokok Melejit Hanya Bikin Pendapatan Negara Merosot, Perusahaan Menjerit
Berdasarkan fakta di lapangan, menjamurnya rokok ilegal dengan harga yang relatif jauh lebih murah menjadi satu di antara alasannya.
Tauhid mengingatkan bahwa pemerintahan di bawah presiden terpilih Prabowo Subianto akan menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen.
“Jadi, kalau industri ini nanti kena, ya mungkin sedikit challenge lebih besar bagaimana menggantikan potensi pertumbuhan ekonomi,” ujar Tauhid.
Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Merrijanti Punguan mengatakan, industri hasil tembakau menyumbang pendapatan negara sebesar Rp 213 triliun pada 2023.
“Untuk cukai ditambah pajak-pajak, mungkin total mencapai Rp 250 triliun, angka ini kita ketahui sebagai pengendalian, kita tetapkan di APBN kita.
Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, ini jadi bagian dari sumber pendapatan kita yang kita catatkan di APBN,” kata Merrijanti.
Bayang-bayang pengurangan pekerja
Sutrisno Iwantono khawatir banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dari produsen atau perusahaan rokok jika kemasan polos diterapkan.
“Ketika produksi menurun, kemungkinan industri ini akan melakukan pengurangan tenaga kerja. Akan banyak sekali orang kehilangan pekerjaan,” kata Iwantono.
Dampak yang lain adalah berkurangnya suplai petani tembakau. Iwantono mengatakan bahwa perdagangan dan pengangkutan akan berkurang.
“(Kebijakan) lahir dengan cacat semacam itu, di mana tujuannya tidak tercapai, tapi dampak negatif lebih banyak, terus untuk apa kebijakan itu dilanjutkan?
Semua stakeholder harus dilibatkan, mereka yang berkepentingan harus diajak bicara,” kata Iwantono.
Prediksi banyaknya PHK juga disampaikan oleh Merrijanti. Namun, kata dia, Kemenperin belum mendetail berapa banyak pekerja yang akan di-PHK.
“Kalau memang pasar kita berkurang, penjualan berkurang, pasti dari sisi produksi kan dikurangi.
Pengurangan produksi ini akan membuat satu kebijakan khusus di industri masing-masing untuk melakukan efisiensi.
Pada akhirnya juga akan melakukan efisiensi tenaga kerja.
• EFEK Domino Harga Rokok Resmi Naik, Rokok Ilegal Kian Jadi Primadona
Baik itu perumahan maupun pemutusan hubungan kerja (PHK). Ada potensi ke sana. Nah itu yang tidak kita harapkan,” kata Merrijanti.
“Karena selama pandemi pun sektor industri hasil tembakau tidak ada PHK,” tutur dia.
(*)
Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: KLIK DISINI
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
| Kisah Pilu Guru Honorer 4 Bulan Belum Digaji, Kerja Sampingan jadi Driver Ojol hingga Terlilit Utang |
|
|---|
| Heboh Kasus Barcode BBM Subsidi Mendadak Hilang di Aplikasi MyPertamina, Ternyata Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Terungkap! 8 Fakta Kasus Daycare Little Aresha Jogja, Puluhan Anak Jadi Korban Kekerasan |
|
|---|
| Viral Video Ibu-ibu Lumpuhkan Ular Kobra di Selakau Timur |
|
|---|
| Terungkap! Alasan Meta PHK 8.000 Karyawan, Terancam Bangkrut? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Harga-Rokok-Melejit-Hanya-Bikin-Pendapatan-Negara-Merosot-Perusahaan-Menjerit.jpg)