Berita Viral

Harga Rokok Melejit Hanya Bikin Pendapatan Negara Merosot, Perusahaan Menjerit

Berdasarkan fakta di lapangan, menjamurnya rokok ilegal dengan harga yang relatif jauh lebih murah menjadi satu di antara alasannya.

Editor: Rizky Zulham
Dok. Kontan
Ilustrasi rokok. Harga Rokok Melejit Hanya Bikin Pendapatan Negara Merosot, Perusahaan Menjerit. 

Jika PP Nomor 28 tahun 2024 itu diterapkan, Henry meyakini penyerapan tembakau lokal akan semakin turun.

Henry juga mewanti-wanti, penerapan kemasan rokok polos akan melemahkan pengawasan pemerintah terhadap peredaran rokok.

“Dampaknya kalau ini disahkan, industri harus memperhitungkan lagi, mengubah desain kemasan, mengubah investasi, mesin, dan lain-lain,” kata Henry.

“Termasuk mempertimbangkan pasar yang tidak bisa menerima atas kemasan polos ini. Kemasan polos akan membingungkan konsumen dan melemahkan pengawasan dari pemerintah sendiri,” tutur dia.

Pendapatan negara menurun

Ekonom senior senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, kemasan rokok polos berpotensi menurunkan penerimaan negara sebesar Rp 27,7 triliun year on year (yoy).

“Bukan hanya plain packaging saja, itu akan menurunkan penerimaan negara, terutama dari cukai, sebesar Rp 27,7 triliun. Jadi, akan luar biasa dampaknya terhadap penerimaan negara,” ujar Tauhid.

Berdasarkan perhitungan Indef, kemasan rokok polos juga akan menurunkan pertumbuhan ekonomi menjadi minus 0,53 persen jika dilihat dari skenario jumlah kemasan, pemajangan produk, dan iklan tembakau.

“Hasil hitungan kami, terutama untuk skenario jumlah kemasan, pemajangan produk, dan iklan tembakau itu akan menurunkan pertumbuhan ekonomi minus 0,53 persen.

Kemudian penerimaan perpajakan 52,8 persen.

Dan tentu saja tenaga kerja di industri rokok berkurang 10,08 persen, tembakau olahan 2,38 persen, petani tembakau 17,16 persen, dan petani cengkeh 3,73 persen,” tutur dia.

Tauhid juga mengingatkan bahwa kemasan rokok polos telah diterapkan di beberapa negara.

Di Skotlandia, para konsumen kebingungan saat memilih produk rokok.

“Karena lebih disebabkan para konsumen bingung untuk memilih varian merek dari industri tembakau. Karena penampilan kemasan itu saja berubah,” kata Tauhid.

Di Selandia Baru, berdasarkan penelitian tahun 2023, brand awareness juga turun dari 28 persen menjadi 13 persen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved