12 Persen Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online Jadi Sorotan Pemkot Pontianak

Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kota Pontianak Anita Ani Sofian meminta para orang tua untuk lebih peka dalam mendampingi anak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Kolase/fz
Ilustrasi judi online dan anak di bawah 10 tahun. 12 persen anak di bawah 10 tahun disebut terpapar judi online. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - 12 persen anak di bawah usia 10 tahun terpapar judi online.

Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kota Pontianak Anita Ani Sofian meminta para orang tua untuk lebih peka dalam mendampingi anak.

Menurutnya, tantangan orang tua ke depan lebih berat di tengah arus modernisasi zaman.

Anita menyebut orangtua harus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak-anak, baik lingkungan fisik maupun psikis.

"Persoalan anak harus ditangani serius. Berbagai upaya, mulai dari persuasif dan preventif senantiasa dilakukan PKK Kota Pontianak. Khusus persoalan anak, kami membuat kesepakatan kerjasama dalam rangka memberikan perlindungan pada anak," ujarnya, Rabu 26 Juni 2024.

AWAL Penemuan Bocah Laki-laki Tergantung Tali Ayunan di Pontianak, Tetangga Syok Korban di Rumahnya

Menurut Anita, anak berhak mendapatkan pendidikan yang baik. Kewajiban pemerintah untuk menyediakan mereka pendidikan yang layak.

Apalagi, Undang-undang (UU) telah menjamin perlindungan anak sendiri, yang tertuang dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak

"Tanggung jawab kita semua untuk menciptakan rasa nyaman dan aman bagi anak yang dimulai dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga," ujar Anita.

Tetapi, peran pemerintah saja dinilainya tidak cukup dan harus melibatkan semua unsur, utamanya masyarakat itu sendiri.

"Orang tua sekarang harus punya bekal sebelum memiliki anak, bekal parenting, bekal mental menghadapi berbagai masalah anak dari mereka kecil, remaja hingga dewasa, belajar untuk mengikuti perkembangan zaman," tutur Anita.

Pj Wako Soroti Filter Dunia Digital

Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan setiap pelajar harus memiliki filter dalam menyelami dunia digital.

Ia mengaku memang pengawasan terhadap anak di satuan pendidikan masih jadi tantangan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Salah satu contoh adalah kekerasan yang diakibatkan penyalahgunaan Gawai dan media sosial.

Ia mengatakan penggunaan Gawai di lingkungan sekolah perlu diawasi guru-guru dengan berbagai pertimbangan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved