Waspada Rabies

Kembali Makan Korban, DPRD Kalbar Minta Pemda Identifikasi dan Musnahkan Hewan yang Idap Rabies

Merespon hal itu, Anggota DPRD Kalbar, Suriansyah menyebut Rabies adalah penyakit menular yang berbahaya.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Kompas.com
Ilustrasi Anjing Pemapar Rabies. DPKPP Kabupaten Mempawah menyebut dari sembilan Kecamatan yang ada di Kabupaten Mempawah, Kecamatan Toho merupakan wilayah yang paling banyak mendapat kasus Gigitan Hewan Pemapar Rabies (GHPR). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fenomena Rabies di Kalimantan Barat belum benar-benar teratasi.

Terbaru, pada 1 Mei 2024 kemarin, seorang anak perempuan berusia 7 tahun asal Dusun Sejagan, Desa Tahu, Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami gigitan Hewan Penular Rabies (HPR).

Sebelumnya, pada 25 April 2024 lalu, seorang remaja laki-laki berusia 11 tahun asal Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak juga meninggal dunia diduga akibat terinfeksi Rabies akibat gigitan anjing yang ia alami pada November 2023 silam.

Merespon hal itu, Anggota DPRD Kalbar, Suriansyah menyebut Rabies adalah penyakit menular yang berbahaya.

"Rabies adalah penyakit yang ditularkan lewat gigitan hewan terutama anjing, penyakit ini selain dapat ditularkan ke sesama anjing, dapat juga ditularkan ke hewan lain dan manusia," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis 2 Mei 2024.

Cegah Rabies di Wilayah Ngabang, Forkopimcam Berikan 4 Poin Imbauan

Seorang Remaja di Ngabang Meninggal Dunia Diduga Karena Rabies, Ada Riwayat Tergigit Anjing

Menurut Suriansyah hingga kini belum ada vaksin yang efektif untuk mengatasi Rabies.

"Biasanya manusia yang terkena Rabies, hanya dalam beberapa hari akan meninggal dunia," sebutnya.

Terkait hal tersebut, lanjut Suriansyah, Pemerintah Daerah harus melakukan pengidentifikasian dan pemusnahan hewan yang sudah mengidap Rabies.

"Sehingga tidak menularkannya ke hewan lain atau ke manusia," tegasnya.

Suriansyah juga meminta pihak terkait untuk memberikan perawatan yang maksimal bagi warga atau orang yang terinfeksi Rabies.

"Bagi manusia yang sudah terdampak Rabies tentu perlu dilakukan perawatan yang maksimal sehingga akibat yang dideritanya dapat diminimalisir," pungkasnya.

(*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved