Banjir Surut, Camat Sajingan Besar: Kondisi Sudah Kondusif
Luapan sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi, sebelumnya mengakibatkan banjir menerjang kawasan ini.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Banjir yang sempat melanda kawasan Pasar Wisata Aruk, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas sudah surut.
Luapan sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi, sebelumnya mengakibatkan banjir menerjang kawasan ini.
Tidak hanya melanda kawasan Pasar Wisata Aruk, beberapa titik di sejumlah desa Kecamatan Sajingan Besar juga terdampak banjir.
Camat Sajingan Besar Obertus mengungkapkan, kondisi saat ini wilayah Sajingan Besar sudah tidak ada yang terendam. Banjir mulai surut sejak Sabtu 2 Maret 2024 lalu.
"Baik, informasi jam 7 pagi di hari Sabtu 2 Maret 2024. Kondisi sudah kering," kata Camat Obertus dikonfirmasi TribunPontianak, Rabu 6 Maret 2024.
• BPBD Sambas Catat 50 Rumah Terdampak Banjir Luapan di Aruk, Nihil Fasum Rusak
• Pasar Wisata PLBN Aruk di Sambas Ikut Terdampak Banjir Imbas Hujan Deras
Ketika disinggung terkait potensi banjir susulan dan jumlah warga yang terdampak, Obertus bilang kondisi terkini kondusif.
"Aman dan kondusif," katanya.
Lebih lanjut, Obertus mengatakan, telah melakukan beberapa langkah pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat guna antisipasi maupun upaya penanganan banjir.
"Serta bersama-sama melakukan monitoring jika Intensitas hujan tinggi dan volume air meningkat," jelasnya.
Pihaknya juga melakukan monitoring langsung di daerah-daerah yang rawan terdampak banjir.
(*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
| Resmi, Pemkab Sambas Berlakukan WFH Setiap Jumat, Berikut Bidang-bidang yang Dikecualikan |
|
|---|
| Dinsos Ungkap Terdata 24.508 Calon Siswa Sekolah Rakyat di Sambas |
|
|---|
| Gudang Salai Kelapa di Desa Sarang Burung Kuala Jawai Terbakar |
|
|---|
| Sambas Siapkan Lahan 7,8 Ha untuk Sekolah Rakyat, Dinsos Sebut Pembangunan Dimulai Juli |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram di Sambas Tembus Rp 260 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/banjir-020324-banjir.jpg)