Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram di Sambas Tembus Rp 260 Ribu
Hawari menyebutkan, meskipun terjadi kenaikan harga LPG yang mencapai 16.000 hingga 36.000 per tabung namun ketersediaan stok LPG
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Pemilik Pangkalan Gas LPG di Jalan Senyawan Desa Tumuk Manggis, Hawari mengatakan, harga jual LPG non subsidi mengalami kenaikan harga mulai 16 April 2026 lalu.
- Hawari mengungkapkan, harga gas LPG berukuran 12 kilogram saat ini naik menjadi 260 ribu Rupiah per tabung. Sementara LPG ukuran 5.5 kilogram naik menjadi 120 ribu per tabung.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Harga jual tabung liquefied petroleum gas (LPG) ukuran 5.5 kilogram dan 12 kilogram di pangkalan gas LPG Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan, Senin 20 April 2026.
Tabung gas LPG non-subsidi itu melonjak terjadi mulai 16 April 2026 lalu. Masing-masing tabung gas mengalami kenaikan 36.000 untuk ukuran 12 kg dan 16.000 untuk ukuran 5.5 kg.
Pemilik Pangkalan Gas LPG di Jalan Senyawan Desa Tumuk Manggis, Hawari mengatakan, harga jual LPG non subsidi mengalami kenaikan harga mulai 16 April 2026 lalu.
Hawari mengungkapkan, harga gas LPG berukuran 12 kilogram saat ini naik menjadi 260 ribu Rupiah per tabung. Sementara LPG ukuran 5.5 kilogram naik menjadi 120 ribu per tabung.
"Untuk harga saat ini LPG 12 kilogram Rp260.000, gas ukuran 5.5 kilogram dijual 120.000, kalau untuk gas 3 kilogram harganya tetap," ucap Hawari, Senin 20 April 2026.
• Warga Kota Singkawang Akui Harga Gas Elpiji Masih Normal Belum Alami Kenaikan
Hawari menyebutkan, meskipun terjadi kenaikan harga LPG yang mencapai 16.000 hingga 36.000 per tabung namun ketersediaan stok LPG di gudang pangakalan miliknya masih aman.
"Untuk LPG 3 kilogram itu tidak ada kenaikan harga, gas LPG 12 kilogram naiknya 36.000 per tabung dan untuk LPG 5.4 kilogram naiknya 16.000 per tabung. Untuk stok gas sementara aman," katanya.
Dia menjelaskan, saat ini masih belum melihat dampak dari naiknya harga LPG di masyarakat. Namun ia khawatir kenaikan harga tabung non subsidi ini dapat memicu masyarakat beralih ke LPG 3 kilogram.
"Harga LPG ini naik dari tanggal 16 April 2026 kemarin. Sudah pasti ada dampak cuman belum ada tanda-tanda biasanya dua minggu ke depan," ucapnya.
Dia menambahkan, kenaikan harga ini dapat berdampak pada meningkatnya penggunaan gas LPG melon di rumah tangga. Sementara untuk gas 12 diprediksi stabil untuk keperluan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Untuk LPG 12 kilogram keperluan MBG tetap stabil karena tidak ada pilihan. Yang ada pergeseran di rumah tangga," ungkapnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa suplai gas LPG yang mencukupi ketersediaan pangkalan miliknya itu mencapai 50 tabung per Minggu untuk ukuran 5.5 kilogram. Suplai tabung ukuran 12 kilogram 75 tabung per Minggu.
"Untuk suplai LPG yang 3 kilogram, 3 DO per hari, setiap 1 DO disuplai 560 tabung. Tabung gas 5.5 kilogram 50 tabung per minggu. Sementara LPG 12 kilogram 75 tabung per minggu," katanya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
LPG Nonsubsidi
harga elpiji
Elpiji Non Subsidi
Harga Gas Elpiji
Pangkalan Elpiji
Elpiji
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Senin 20 April 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Sambas
| Sinergi Lintas Sektor, Pemprov Kalbar dan Stakeholder Teken Komitmen Tangani Anak tidak Sekolah |
|
|---|
| Disnakertrans Kalbar Minta Perusahaan Bijak Hadapi Kenaikan BBM Non Subsidi |
|
|---|
| Propam Polda Kalbar Pimpin Apel Pagi di Polres Melawi, Tekankan Disiplin dan Penampilan Personel |
|
|---|
| Dampingi Pihak Kementerian Perdagangan, Bupati Sujiwo Tinjau Rencana Pembangunan Pasar Induk |
|
|---|
| Remaja 15 Tahun Tampil Memukau dengan Kostum Kantong Semar di Festival Naik Dango Pontianak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Tabung-gas-LPG-435retds.jpg)