Kepala BNN Pontianak Sebut Dua Siswi yang Positif Narkoba Jalani Rehabilitasi Jalan

Pasca assessment, dua siswi tersebut sudah menjalani dua kali program Rehabilitasi jalan dari kali program.

|
Penulis: Ferryanto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Ilustrasi narkoba. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak Anida Sari mengungkapkan dua siswi yang kedapatan positif narkoba di Kota Pontianak saat ini masih menjalani Rehabilitasi jalan di BNN Kota Pontianak.

Pasca assessment, dua siswi tersebut sudah menjalani dua kali program Rehabilitasi jalan dari kali program.

"Dua korban tersebut sudah sekitar 1 bulan menjalani Rehabilitasi rawat jalan, mereka sudah dua kali pertemuan, jadwal mereka sampai lima kali pertemuan," ungkap Anida Sari kepada wartawan, Minggu 5 November 2023.

Terkait penindakan siapa yang memberikan dua siswi itu narkoba, ditegaskan Anida akan ditindaklanjuti oleh Bidang Pemberantasan BNN Kalimantan Barat.

Top 3 Pontianak Hari Ini: Dua Siswi Kedapatan Positif Narkoba, Job Fair SMKN 8 Siap Digelar

Awal Kasus

Sebelumnya, kasus ini terkuak saat Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pontianak mendapat laporan dari pihak sekolah beberapa waktu lalu.

Ketua KPAD Pontianak Niyah Nurniyanti mengatakan sebelumnya guru para korban mendapat informasi dari teman korban anak yang melihat langsung dua pelajar itu menggunakan narkoba.

Dari informasi tersebut lantas KPAD Kota Pontianak melakukan pendampingan terhadap korban.

"Kita lakukan pendekatan hingga akhirnya korban bercerita bahwa ia telah memakai narkoba. Barang ini menurut korban didapatkan dari lingkungan secara gratis," Ungkap Niyah.

Melalui hasil assessment BNN Kota Pontianak, kedua siswi tersebut positif terpapar narkoba.

Pasca dipastikan positif narkoba, BNN Kota Pontianak melakukan assessment lanjutan.

Kedua korban diminta wajib datang ke BNN Kota Pontianak sepekan sekali dengan didampingi orang tua.

Niyah mengaku pihaknya masih menelusuri dari mana sang anak mendapatkan narkoba secara gratis.

Pemakaman di Pontianak Hampir Penuh, Bappeda Siapkan Pilihan Lokasi Calon Makam di 6 Kecamatan

Emak-emak Miris

Menanggapi hal itu, sejumlah ibu-ibu di Pontianak mengaku miris akan kejadian tersebut.

"Miris dan sedih ya tentunya. Karena masa remaja anak SMP sudah rusak tentunya dengan barang haram tersebut," kata Riska kepada tribunpontianak.co.id Sabtu, 4 November 2023 malam.

Apalagi dikatakannya, hal tersebut dilakukan oleh orang yang terbilang licik dan tidak bertanggung jawab dengan cara menjebak.

"Tentu ini secara tidak langsung dapat merusak masa depan anak itu sendiri," jelasnya.

Dengan ini, Riska mengaku khawatir akan kejadian tersebut dan akan memproteksi anak-anaknya dengan sangat baik.

"Memang kita tidak bisa mengawasi anak full 24 jam. Namun mungkin bisa memproteksi anak dengan cara menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Seperti tidak mudah untuk menerima barang dari orang yang tidak dikenal dan tanpa sepengetahuan org tua," jelasnya.

(*)  

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kota Pontianak Hari Ini Di sini 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved