Waspada DBD

Januari Hingga September 2023, Dinkes Sanggau Catat 52 Kasus DBD, 2 Diantaranya Meninggal Dunia

Ginting mengakui kasus DBD di Sanggau tahun 2023 ini meningkat di bandingkan dengan tahun lalu, karena di tahun 2023 hingga akhir tahun diangka 34 kas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Ginting. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Ginting menyampaikan bahwa dari Januari hingga 29 September tahun 2023 sebanyak 52 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dari 52 kasus tersebut, 2 diantaranya meninggal dunia.

Rinciannya adalah, di Kecamatan Toba 3 kasus, Kecamatan Kapuas 11 kasus, Kecamatan Mukok 1 kasus, Kecamatan Parindu 12 kasus, Kecamatan Tayan Hilir 10 kasus, Kecamatan Balai 10 kasus, Kecamatan Tayan Hulu 3 kasus, Kecamatan Beduai 1 kasus, Kecamatan Sekayam 3 kasus," katanya, Sabtu 30 September 2023.

Sementara di tahun 2022, kasus DBD sebanyak 34 kasus dan tak ada korban meninggal dunia, tahun 2021 sebanyak 27 kasus dan tak ada korban meninggal dunia. Kemudian tahun 2020 sebanyak 27 kasus dan 2 orang meninggal dunia dan 2019 sebanyak 119 kasus dan 1 meninggal dunia.

Ginting mengakui kasus DBD di Sanggau tahun 2023 ini meningkat di bandingkan dengan tahun lalu, karena di tahun 2023 hingga akhir tahun diangka 34 kasus.

Satresnarkoba Polres Sanggau Amankan Dua Pengedar Sabu di Meliau

"Kita tahun bahwa sekarang ini DBD sudah ada peningkatan kasus, dan itu tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Sanggau. Kategori umur dari anak-anak hingga dewasa," jelasnya.

Langkah pencegahannya lanjut Ginting, mengingat sumbernya dari nyamuk, maka tetap dilakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Oleh karenanya, diimbau kepada seluruh masyarakat, bahwa langkah yang paling efektif untuk mencegah DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk, hindari gigitan nyamuk, tingkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Jika sudah terjadi, penanganan namanya bukan pencegahan lagi. Begitu sudah terjadi, langsung lah periksa jangan sampai terlambat. Kemudian kita laksanakan fogging fokus di lokasi yang terkena, jadi perlu kami luruskan bahwa fogging fokus ini bukan hal yang utama, tapi hal yang utama adalah pencegahan diawal. Kalau fogging itu kan hanya membunuh nyamuk dewasa, jentik-jentik dan telur nya tidak. Sehingga dua tiga hari kemudian bisa muncul lagi nyamuknya,"pungkasnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved