Pola Hidup Sehat
Perbedaan Cara Pengobatan GERD dan Maag
Berbeda dengan Gerd, maag (gastritis), terjadi ketika lapisan pelindung yang ada di lambung meradang atau membengkak.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ketika lapisan lambung terlalu lemah, enzim pencernaan bisa saja merusaknya.
Kondisi inilah yang akan menyebabkan gastritis.
Penyebab lain gastritis adalah infeksi bakteri gastrointestinal, seperti bakteri Helicobacter pylori.
Infeksi ini biasanya ditularkan dari orang ke orang, namun penularan dapat pula terjadi melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi.
Pada GERD, kondisi ini disebabkan saat seseorang memiliki hiatus hernia, yaitu adanya bagian lambung yang menonjol masuk ke esofagus.
• Ini Ciri - Ciri Asam Lambungmu Rusak dan Menjadi GERD
Atau jika seseorang memiliki sfingter esofagus yang pendek (panjangnya kurang dari 3 cm) kerap menjadi penyebab GERD.
Selain itu, faktor-faktor berikut juga dapat memicu terjadinya iritasi pada sfingter, di antaranya:
- Makanan, seperti cokelat, makanan berlemak, pedas, buah atau jus yang dengan keasaman yang tinggi
- Minuman, seperti kopi dan soda Rokok Alkohol
- Obat-obatan golongan tertentu seperti antikolinergik, beta-adrenergik, nitrat, calcium-channel blocker
- Hormon
3. Gejala
Perbedaan GERD dan maag juga dapat dilihat dari gejalanya.
Gastritis tidak menyebabkan gejala yang jelas pada semua orang.
Namun, gangguan pada sistem pencernaan umumnya menjadi gejala maag yang paling sering, seperti:
- Mual
- Muntah
- Perasaan begah di perut bagian atas, terutama setelah makan
- Gangguan pencernaan
- Sakit perut dan perut kembung
- Kehilangan selera makan
- Muntah darah atau muntah berwarna hitam seperti biji kopi
- Tinja berwarna hitam
• Bisakah GERD Mempengaruhi Kolestrol? Cek Gejala yang Ditimbulkan
Sementara itu, tanda dan gejala umum GERD muncul dalam bentuk yang berbeda dari maag, di antaranya adalah:
- Sensasi terbakar di dada (heartburn), biasanya setelah makan yang mungkin memburuk di malam hari
- Sakit dada
- Kesulitan menelan Makanan atau cairan asam naik ke kerongkongan (regurgitasi)
- Sensasi seperti ada benjolan atau yang mengganjal di tenggorokan
Jika kamu memiliki refluks asam malam hari, kamu mungkin juga mengalami:
- Batuk kronis
- Radang tenggorokan
- Sesak napas seperti asma
- Tidur terganggu
4. Pengobatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kemungkinan-menderita-GERD-bisa-meningkat-setelah-usia-40-tahun.jpg)