Pola Hidup Sehat
Perbedaan Cara Pengobatan GERD dan Maag
Berbeda dengan Gerd, maag (gastritis), terjadi ketika lapisan pelindung yang ada di lambung meradang atau membengkak.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Siloam Hospital
Kemungkinan menderita GERD sendiri entah itu ringan atau parah bisa meningkat setelah usia 40 tahun.
Pada gastritis, pengobatan yang diberikan tergantung penyebabnya, sedangkan pada Gerd berfokus pada peningkatan fungsi sfingter esofagus.
Pengobatan untuk mengatasi maag atau gastritis meliputi:
- Jika gastritis disebabkan oleh konsumsi obat anti inflamasi non-steroid atau alkohol, maka sebaiknya hentikan penggunaannya
- Obat antibiotik kerap diberikan jika maag disebabkan oleh bakteri H. pylori.
- Antibiotik yang diberikan dapat berupa kombinasi dari klaritromisin dan amoksisilin atau metronidazole
- Obat yang menghambat produksi asam dan meningkatkan proses penyembuhan, seperti omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, dexlansoprazole, dan pantoprazole
- Obat-obatan untuk mengurangi produksi asam, seperti obat penghambat asam yang meliputi ranitidine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine
- Antasida yang bisa menetralkan asam lambung
• Apakah Nanas Boleh Dikonsumsi Bagi Penderita Maag dan Asam Lambung?
Pengobatan untuk mengatasi GERD meliputi:
Penghambat pompa proton (PPI), yaitu obat golongan penekan sekresi (produksi) asam yang kuat dengan masa terapi lama.
Setelah berhasil, dapat dilanjutkan dengan terapi pemeliharaan dengan menggunakan dosis yang lebih rendah seperti antagonis reseptor H2, prokinetik, atau bahkan antasida.
- Antasida, sebagai penetral (buffer) terhadap asam klorida (HCl) sehingga dapat memperkuat tekanan sfingter esofagus bagian bawah
- Obat-obatan prokinetik
- Operasi
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kemungkinan-menderita-GERD-bisa-meningkat-setelah-usia-40-tahun.jpg)