Ragam Contoh

Makan Buah Setelah Makan Besar, Sehat atau Justru Picu Lonjakan Gula Darah?

Dari sudut pandang metabolisme, semua makanan yang mengandung karbohidrat termasuk buah akan dipecah menjadi glukosa

AI
DESSERT-Banyak orang percaya bahwa buah, yang dikenal kaya nutrisi dan bersifat alami, dapat membantu menyeimbangkan efek makanan sebelumnya, bahkan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun, benarkah anggapan ini sesuai dengan cara kerja tubuh? Simak Penjelasannya Disini 

Ringkasan Berita:
  • Dari sudut pandang metabolisme, semua makanan yang mengandung karbohidrat termasuk buah akan dipecah menjadi glukosa dan diserap ke dalam aliran darah. 
  • Artinya, ketika seseorang mengonsumsi makanan utama tinggi karbohidrat seperti nasi atau mi, lalu menambahkan buah setelahnya, tubuh akan menerima tambahan gula dalam jumlah yang lebih besar dalam satu waktu makan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kebiasaan mengakhiri waktu makan dengan buah kerap dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat. 

Banyak orang percaya bahwa buah, yang dikenal kaya nutrisi dan bersifat alami, dapat membantu menyeimbangkan efek makanan sebelumnya, bahkan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun, benarkah anggapan ini sesuai dengan cara kerja tubuh?

Di masyarakat, cukup umum melihat buah seperti semangka, melon, atau pepaya disajikan sebagai hidangan penutup setelah makan besar. 

Praktik ini sering dianggap sebagai langkah sehat, bahkan diyakini mampu “menetralisir” makanan yang telah dikonsumsi sebelumnya. Sayangnya, secara ilmiah, tubuh tidak bekerja dengan mekanisme seperti itu.

Dari sudut pandang metabolisme, semua makanan yang mengandung karbohidrat termasuk buah akan dipecah menjadi glukosa dan diserap ke dalam aliran darah. 

Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia,  Ketua Dekranasda Kalbar Soroti Pentingnya Hak Paten

Artinya, ketika seseorang mengonsumsi makanan utama tinggi karbohidrat seperti nasi atau mi, lalu menambahkan buah setelahnya, tubuh akan menerima tambahan gula dalam jumlah yang lebih besar dalam satu waktu makan.

Dalam ilmu gizi, hal ini dikenal dengan konsep Glycemic Load (GL), yaitu ukuran yang memperhitungkan total asupan karbohidrat dan dampaknya terhadap kadar gula darah. Bukan hanya jenis makanan yang berpengaruh, tetapi juga jumlah keseluruhan karbohidrat yang dikonsumsi sekaligus.

Meski buah mengandung gula alami dan dilengkapi serat yang bermanfaat, tetap saja konsumsi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan gula darah. 

Serat memang membantu memperlambat penyerapan glukosa, namun tidak sepenuhnya mencegah kenaikan kadar gula, terutama jika dikonsumsi bersamaan atau setelah makanan tinggi karbohidrat.

Akibatnya, kadar gula darah setelah makan atau yang dikenal sebagai Postprandial Glycemia bisa bertahan lebih tinggi atau meningkat dalam waktu lebih lama. 

Kondisi ini terjadi bukan karena buah tidak sehat, melainkan karena waktu konsumsinya bertepatan dengan proses pencernaan makanan utama yang juga tinggi karbohidrat.

Dengan demikian, mengonsumsi buah setelah makan besar tidak otomatis membuat pola makan menjadi lebih sehat, terutama jika tujuan utamanya adalah menjaga kestabilan gula darah. Mengatur waktu konsumsi buah misalnya sebagai camilan di antara waktu makan bisa menjadi pilihan yang lebih bijak untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa membebani metabolisme tubuh.

Tidak Semua Buah Sama: Mana yang Lebih Ramah untuk Gula Darah?

Tidak semua buah memberikan efek yang sama terhadap gula darah. Salah satu cara memahaminya adalah melalui indeks glikemik (GI), yaitu ukuran seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah. 

Namun, GI tidak mencerminkan jumlah karbohidrat dalam satu porsi, sehingga perlu dilihat bersama glycemic load (GL).

1. Buah dengan GI relatif tinggi (lebih cepat diserap)
Contohnya semangka dan melon (cantaloupe) yang sering dijadikan penutup makan. Berdasarkan International Tables of Glycemic Index and Glycemic Load Values, semangka memiliki GI sekitar 72-80, sedangkan melon berada di kisaran 65-70.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved