Pola Hidup Sehat
Perbedaan Cara Pengobatan GERD dan Maag
Berbeda dengan Gerd, maag (gastritis), terjadi ketika lapisan pelindung yang ada di lambung meradang atau membengkak.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Banyak orang menganggap GERD adalah penyakit Maag pasalnya keduanya sama-sama merupakan gangguan lambung.
Seseorang dapat dinyatakan menderita GERD bila terjadi kenaikan asam lambung ringan sekitar dua kali seminggu atau setidaknya sekali dalam seminggu.
Berbeda dengan GERD, maag (gastritis), terjadi ketika lapisan pelindung yang ada di lambung meradang atau membengkak.
Peradangan ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri yang menyebabkan sebagian besar luka di lambung.
Gerd dan Maag dapat dibedakan dari beberapa faktor berikut:
• Cara Mengobati GERD dengan Kunyit
1. Anatomi
Secara anatomi, maag berhubungan dengan iritasi yang terjadi pada dinding lambung
sedangkan GERD dipicu oleh terganggunya fungsi suatu otot di kerongkongan yang dinamakan sfingter esofagus.
Sfingter adalah otot katup yang berfungsi menutup jalur atau bukaan pada tubuh.
Sfingter esofagus memungkinkan makanan masuk ke lambung dan membantu menjaga agar makanan tidak kembali ke kerongkongan.
Ketika sfingter mengalami iritasi, katup sfingter pun bisa rusak atau melemah.
Jika sudah begitu, cairan pencernaan dan isi perut yang harusnya tertahan naik kembali ke kerongkongan dan GERD pun terjadi.
2. Penyebab
Penyebab maag bisa bermacam-macam.
Misalnya, memiliki lapisan lambung yang tipis atau rusak dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena gastritis atau maag.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kemungkinan-menderita-GERD-bisa-meningkat-setelah-usia-40-tahun.jpg)