Tim Pengawas Awasi 1.846 Lokasi TPH Kurban, Se-Kalbar Potong 13 Ribu Sapi-Kambing

Munsif mengatakan jumlah hewan kurban di Kalbar tahun 2022 mengalami kenaikan 5 persen dibandingkan 2021 lalu.

Editor: Jamadin
Dok. Polres Melawi
Penyembelihan hewan qurban sapi, Minggu 10 Juli 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menghadapi Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar bersama jajaran dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota se Kalbar, menerjunkan 297 medik veteriner dan paramedik sebagai Tim Pengawasan Pemotongan hewan kurban di Kalbar.

Sebanyak 1.846 tempat pemotongan hewan ( TPH ) menjadi target pengawasan tim tersebut. Pengawasan termasuk di empat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sesuai amanah Undang-undang Nomor 18/2009 jo Undang-undang Nomor 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Keempat RPH, dua di Kota Pontianak dan masing-masing satu unit di Singkawang dan Ketapang.
Sesuai pasal 61 ayat 4 UU Nomor 18/2009 sebagian besar TPH, yakni sebanyak 1.842 unit merupakan TPH darurat yang hanya diizinkan karena kepentingan hari besar keagamaan seperti Iduladha tahun ini.

Untuk mendukung kelancaran operasional kegiatan pemeriksaan dan pengawasan, Disbunnak Provinsi Kalbar menugaskan 13 petugas medik veteriner (dokter hewan) dan 7 orang paramedik guna mendukung tim Pemeriksaan dan Pengawasan Pemotongan Hewan Kurban Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Melengkapi personel Tim Kota Pontianak sebanyak 23 petugas yang terdiri 4 dokter hewan dan 19 orang paramedik, terdapat dukungan pengamanan dari personel bhabinkamtibmas jajaran Polda Kalbar yang menggelar Satgas Operasi Kepolisian Terpadu Aman Nusa II- PMK Tahun 2022.

Kadisbunnak Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif, berkesempatan melakukan supervisi dan monitoring langsung ke lokasi TPH tersebut sekaligus berbincang dengan panitia kurban.

Pemprov Kalbar Sebar Hewan Kurban ke 14 Kabupaten Kota

"Tim melaporkan berdasarkan hasil pemeriksaan antemortem kondisi fisik hewan dinyatakan sehat, tidak cacat, cukup umur, bebas PMK sehingga memenuhi syarat sebagai hewan kurban sedangkan hasil postmortem pada bagian daging dan organ dalamnya, kondisinya memenuhi kriteria ASUH (aman, sehat, utuh dan halal) untuk dikomsumsi manusia," ujar Munsif, Minggu 10 Juli 2022.

Munsif mengatakan jumlah hewan kurban di Kalbar tahun 2022 mengalami kenaikan 5 persen dibandingkan 2021 lalu.

Tahun 2021 jumlah hewan kurban sapi yang tercatat dipotong di seluruh TPH se-Kalbar sebanyak 12.929 ekor terdiri dari sapi 7.809 ekor, kambing 5.111 ekor dan domba 9 ekor.

"Untuk tahun 2022 atau 1443 H meskipun di Kalbar tengah terjadi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), namun antusias umat muslim diperkirakan terus meningkat. Akan ada kenaikan jumlah hewan kurban yang dipotong minimal 5 persen yakni total 13.575 ekor terdiri dari sapi 8.199 ekor, kambing 5.366 ekor dan domba 10 ekor," ujar Munsif.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved