Restu Istri Hantarkan Muhammad Sandi Selesaikan Pendidikan TNI Komponen Cadangan
Dirinya berhasil menyelesaikan pendidikan Komcad di Rindam XII Tanjungpura Singkawang dan sukses mengikuti Pemusatan Pembulatan Latihan di Pusat Pendi
Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Muhammad Sandi merupakan salah satu anggota Komponen Cadangan (Komcad) Tahun Anggaran 2021 asal Kabupaten Mempawah.
Dirinya berhasil menyelesaikan pendidikan Komcad di Rindam XII Tanjungpura Singkawang dan sukses mengikuti Pemusatan Pembulatan Latihan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Sehingga dirinya mendapat pangkat Prajurit Dua (Prada) Tentara Nasional Indonesia Komponen Cadangan (TNI-KC).
Lelaki berusia 30 tahun ini sukses menyelesaikan pendidikan selama tiga bulan dan pemusatan latihan di Pusdiklatpassus selama kurang lebih dua pekan.
• Dikporapar Mempawah Sebut Sebelum Masuk SD Anak 5 Tahun Wajib Masuk PAUD
Tentunya banyak pengorbanan yang dilalui Muhammad Sandi sehingga dirinya bisa menyandang Prajurit Dua Komcad. Dimana dirinya sendiri sudah berumahtangga, dengan memiliki tiga orang anak.
"Tentunya ada restu dan diizinkan oleh isteri sehingga saya bisa mengikuti Komcad. Kalau tidak ada restu darinya tidak mungkin saya mengikuti Komcad," ujarnya bercerita kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat 15 Oktober 2021.
Update Informasi Seputar Kabupaten Mempawah
Dikatakan Sandi, dari awal pendaftaran isterinya selalu memberikan dukungan dan support kepadanya.
"Alhamdulillah isteri sangat-sangat mendukung, dari awal saya daftar, tes, hingga mengikuti pendidikan," katanya.
Sandi juga bercerita hal yang paling berat ialah saat dirinya berpisah jarak dengan keluarganya.
"Memang berat rasanya pergi meninggalkan anak dan isteri, apalagi anak ketiga saya usianya baru dua tahun lebih. Biasa saat pendidikan selalu terbayang dengan mereka semua (keluarga kecilnya)," ucapnya berseloroh.
Karena kata Sandi, saat pendidikan setiap siswa Latsarmil tidak diperbolehkan membawa alat komunikasi (Hp).
"Jadi saat ada waktu diperbolehkan bermain HP, waktu itulah saya manfaatkan untuk menghubungi isteri saya. Sembari menghilangkan rindu meski sebentar. Tapi itu sudah cukup karena sudah melihat isteri dan ketiga anak saya," katanya.
• Peroleh Pangkat Prajurit Dua Usai Pendidikan, Ini Cerita Anggota Komcad Asal Mempawah
Namun kata Sandi, saat sudah mengikuti pendidikan, maka itu sudah menjadi pilihan dan risiko.
"Semua keputusan yang saya ambil untuk ikut Komcad sudah bulat, saya harus bisa menahan rindu dengan anak dan isteri saya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/foto-bersama-anggota-komcad-rindam-xii-d-sdfds.jpg)