Breaking News:

Mendigitalkan UMKM di Pelosok Kalbar

Mereka belum bisa menaikkan level terkait promosi usaha lebih lanjut. Belum lagi Foto produk yang masih minim. Untuk jualan kebanyakan pakai Facebook

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUN/DOK
Kelompok Perempuan yang tergabung dalam UKM Kayong Lestari menunjukkan produk olahan kelapa yang diproduksi dan telah mengantongi sertifikasi halal, di Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. 

Ketua Bidang 6 HIPMI Kalbar, M Rizal Edwin, menjelaskan segala risiko dan bencana memang sudah harus disiapkan sebelum memasuki masa sulit saat berbisnis. Makanya pedagang dan pebisnis itu beda. Jika pedagang ,tidak memiliki struktur seperti para pebisnis, disitulah edukasi muncul untuk menggerakkan roda masyarakat agar berpikir secara luas untuk bisa menjadi seorang pebisnis.

"perdagangan online (bisnis) memberi manfaat yang dahsyat bagi ekonomi suatu bangsa misalnya Indonesia sebagai pasar terbesar untuk  e-commerce di Asia Tenggara. Ini potensi yang luar biasa besar, apalagi ekonomi digital di Indonesia menurut laporan Google menyumbang 11% dari GDP di Indonesia,” ungkapnya saat menjadi pembicara di Tribun Pontianak Official Podcast.

Kurniawati Pimpin Iwapi Kota Pontianak, Siap Rangkul Pelaku UMKM untuk Bergabung

Menurutnya pemerintah saat ini seharusnya jeli. Satu diantara pendorong ialah gadget atau handphone. Sudah seharusnya, pelaku bisnis bisa diedukasi melalui satu genggaman tangan, dan berinovasi dengan banyaknya aplikasi gratis yang tersedia.

"Saya sendiri memfokuskan untuk mengajak para pelaku bisnis agar tidak kalah dalam hal strategi marketing. Dengan begitu, strategi yang tepat di masa pandemi ialah melalui pemanfaatan gadget dan media sosial, tanpa harus membuka toko," terangnya.

Efisiensi waktu dan tempat untuk berbisnis dikatakannya bisa dimana saja. HIPMI sendiri memiliki program yang sudah diajukan pada pemerintah melalui pendekatan edukasi digital. Misalkan dinas terkait memberikan pelatihan gratis. Pasalnya pelaku usaha sudah mulai melek digital dan ini terjadi tidak hanya di kota besar, tapi di pelosok sana.

HIPMI Sambas Dukung Vaksinisasi Gotong Royong

Bahkan dia berharap pelaku usaha besar turut merangkul pelaku usaha mikro ini. Bisa saja karena masalah akses permodalan sehingga mereka sulit berkembang. “Sudah seharusnya kita berkolaborasi antara pelaku makro dan mikro tersebut bisa saling bahu membahu untuk menjadi pebisnis,” sampainya.

Ketua Umum DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kalimantan Barat, Oktavia peran IWAPI ditengah bagi pengusaha wanita IWAPI selalu berupaya mengembangkan kemampuan dan membendayakan para anggotanya.

Satu di antara pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan kemampuan anggota dalam mengelola usaha, meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola usaha serta mendapatkan akses teknologi baru pemasaran dan pembiayaan. Anggota Iwapi sebagian besar adalah para pengusaha kecil dengan persentase mencapai 85 persen.

IWAPI Kalbar Ungkap Strategi Jalankan Usaha di Era New Normal

"Langkah strategis yang dilakukan adalah memberdayakan dan memperkuat anggotanya dalam mengelola usaha, memberikan pelatihan, keterampilan teknis, manajemen sumber daya manusia, dan networking khusus UMKM IWAPI memberikan pelatihan manajemen keuangan karena UMKM biasanya dikelola secara rumahan, artinyanya belum secara profesional dikelola," ujar Okta.

Pemberdayaan perempuan untuk keluarga yang dapat hidup mandiri secara ekonomi merupakan target Iwapi jangka panjang. Melalui gerakan ini diharapkan para wanita tergerak untuk bisa mendiri secara ekonomi dengan menjadi womenpreneur atau pengusaha wanita.

Pedagang tradisional di Pontianak pakai QRIS.
Pedagang tradisional di Pontianak pakai QRIS. (TRIBUN/FILE)

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved