Breaking News:

Mendigitalkan UMKM di Pelosok Kalbar

Mereka belum bisa menaikkan level terkait promosi usaha lebih lanjut. Belum lagi Foto produk yang masih minim. Untuk jualan kebanyakan pakai Facebook

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUN/DOK
Kelompok Perempuan yang tergabung dalam UKM Kayong Lestari menunjukkan produk olahan kelapa yang diproduksi dan telah mengantongi sertifikasi halal, di Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. 

QRIS & Upaya Ciptakan Ekosistem Digital

Bank Indonesia (BI) terus bersinergi mendukung Pemerintah mensukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI). Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 seri 1 bertema “Sinergi, Globalisasi, dan Digitalisasi UMKM dan Sektor Pariwisata" yang digelar pada 3-31 Maret 2021 di Lombok dan turut disiarkan secara virtual termasuk di Kalbar.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalbar, Agus Chusaini, menjelaskan kegiatan KKI tidak saja memperkenalkan produk premium UMKM yang sudah melalui proses kurasi, tetapi juga memfasilitasi business matching, business coaching, workshop dan relasi bisnis UMKM.

“Kegiatan KKI ini juga merupakan salah satu dukungan BI dalam Gerakan Nasional #BanggaBuatanlndonesia (Gernas BBI) yang mempersiapkan UMKM memasuki ekosistem digital,” jelas Agus Chusaini.

Tak hanya itu, BI Kalbar memastikan transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh sejalan dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, meluasnya pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

Disperindagkop UMK Singkawang Sosialisasikan Qris, Targetkan 1000 UMKM

Agus Chusaini mengakatakan ini satu di antaranya ditunjukkan melalui peningkatan jumlah Merchant QRIS di Kalbar sebanyak 70.533 pada bulan Maret 2021 dari 65.700 pada bulan sebelumnya.

“Bank Indonesia Kalbar telah melaksanakan berbagai upaya dalam mendukung implementasi QRIS di Kalbar pada tahun 2021, di antaranya sosialisasi kepada UMKM, Pedagang Pasar di kawasan perbatasan, Kawasan Wisata, dan Aparat Penegak Hukum,” ujarnya.

BI terus menggalakan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) termasuk di wilayah perbatasan Indonesia. Pada 2 Maret 2021 lalu dilakukan Sosialisasi dan Edukasi QRIS di wilayah Perbatasan serta Kewajiban Penggunaan Uang Rupiah di wilayah NKRI.

Arif Joni Ajak Dukung Mencintai Produk Dalam Negeri dan Cinta Rupiah

BI bekerja sama dengan Bank Kalbar Kantor Cabang Balai Karangan serta Kantor Cabang Pembantu Entikong.

“Kami sangat menyambut dan mendukung implementasi QRIS sebagai opsi metode pembayaran serta membantu menekan penularan virus Covid-19,” kata Camat Entikong, Suparman, kala itu.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar memaparkan program Warung Koperasi UMKM di podcast Tribun Pontianak, belum lama ini.
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar memaparkan program Warung Koperasi UMKM di podcast Tribun Pontianak, belum lama ini. (TRIBUN/DOK)

Bikin Warung UMKM

Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalbar menelurkan program unggulan yakni Warung Koperasi dan UMKM atau disingkat dengan Warkop UMKM di empat kabupaten sebagai daerah percontohan.

Juru Bicara PPID Diskop UKM Kalbar, Veronika Eka Purwanti sekaligus sebagai Kepala Seksi Pengembangan,  Penguatan dan Perlindungan Koperasi menjelaskan pembangunan Warkop UMKM dilakukan di Kabupaten Kubu Raya,  Sambas,  Kayong Utara,  dan Melawi.

Ia menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan untuk mengganggarkan program Warkop UMKM yang menjadi program unggulan Diskop UKM Provinsi merupakan bentuk dukungan kepada program Gubernur Kalbar terhadap warung desa. 

Sejauh ini berdasarkan dari SIPD dan OSS sampai saat ini total pelaku UMKM di Kalbar sebanyak 130. 991 pelaku UMKM. Dimana dari data itu yang paling banyak adalah Usaha Mikro di kabupaten dengan jumlah 115.228 pelaku UMKM di Kabupaten Kota.

Menteri Koperasi dan UKM RI Dukung ISYEF Memajukan Usaha Pemuda dari Masjid

“Warkop UMKM ini diharapkan dapat menjadi pasar modern yang dapat tumbuh. Hal ini didasari pada keadaan produk di desa yang kebanyakan masih sederhana. Serta penerapan digital. Oleh karena itu, pihaknya ingin membuat suatu konsep yang modern dengan tidak menggunakan modal dari pihak luar dan nantinya Warkop UMKM akan dilakukan oleh pelaku usaha lokal. Kami berharap dengan adanya Warkop UMKM ini, ada wadah bagi pelaku usaha UMKM maupun Koperasi untuk tempat mereka memasarkan produknya," ungkapnya.

Keberadaan Warkop UMKM ini juga didukung Dekranasda Provinsi Kalbar. Sekretaris II Dekranasda Provinsi Kalbar, Hilfira Hamid, menjelaskan bahwa Dekranasda bersama Diskop UKM Provinsi Kalbar akan bersinergi dalam melakukan pembinaan terhadap para pengrajin di Kalbar.

“Dekranasda nantinya akan membantu melakukan pembinaan (pengrajin). Lalu hasil dari binaan tersebut akan dipajang di Warung tersebut untuk dipromosikan,” katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved