Breaking News:

Mendigitalkan UMKM di Pelosok Kalbar

Mereka belum bisa menaikkan level terkait promosi usaha lebih lanjut. Belum lagi Foto produk yang masih minim. Untuk jualan kebanyakan pakai Facebook

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUN/DOK
Kelompok Perempuan yang tergabung dalam UKM Kayong Lestari menunjukkan produk olahan kelapa yang diproduksi dan telah mengantongi sertifikasi halal, di Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. 

Ini merupakan bagian dari National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), kemitraan antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Pemerintah Kanada.

Kelompok Perempuan UMKM Kayong Lestari Termotivasi Kembangkan Usaha Pasca Ikut IDW 2021

“Kayong Utara menjadi satu di antara kabupaten yang terpilih dalam program RIF Tahap II. Pelatihan yang kami berikan seperti analisa vulue chainnya, penguatan dan pengembangan kelembagaannya, pemasaraa, branding, packaging, pengolahan produknya, sampai masalah bagaimana mereka mesti mahir mengelola keuangan, serta organisasi,” papar Ica.

Terkait memanfaatkan pemasaran digital, para perempuan ini diajarkan pula untuk optimasi sosial media. Misalkan memanfaatkan Instagram Bisnis, Google My Business, Facebook Bisnis. Oleh karena sebelumnya mereka lebih banyak memanfaatkan akun pribadi terutama Facebook.

Lalu, agar menciptakan produk yang diposting menggiurkan, mereka dilatih dalam membuat foto produk serta pembuatan caption yang menarik.

“Namun tantangan banyak sekali. Mereka belum bisa menaikkan level terkait promosi usaha lebih lanjut. Belum lagi Foto produk yang masih minim. Untuk jualan lebih banyak pakai Facebook. Tapi meski demikian ini sudah sangat membantu, reseller banyak juga yang berdatangan dari postingan tersebut bahkan dari luar daerah Kayong Utara,” ujarnya.

Airlangga Paparkan Upaya Pemerintah Hingga dengan Pulihnya Ekonomi di Pandemi Covid-19

Ica menilai pendampingan lebih lanjut terus dilakukan termasuk mengikutkan para kelompok perempuan ini dalam pelatihan. Seperti sebelumnya mereka hadir dalam  International Development Week (IDW 2021).

Tujuannya untuk memberikan pengalaman mengembangkan usaha serta membangun pola pikir baru dalam menghadapi tantangan, peluang dalam mengembangkan strategi bisnis khususnya bagi kaum perempuan. 

“Terutama bagaimana strategi yang bisa kita lakukan agar usaha yang dijalankan tetap bertahan seperti di masa pandemi ini atau situasi buruk lainnya,” ungkapnya.

Owner Rimba Souvenir Pontianak yang memasarkan produk melalui medsos dan mendapatkan omzet berkali lipat dengan metode tersebut.
Owner Rimba Souvenir Pontianak sekaligus Anggota Iwapi yang memasarkan produk melalui medsos dan mendapatkan omzet berkali lipat dengan metode tersebut. (TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA)

Kolaborasi Makro dan Mikro

Dampak pandemi bagi pelaku UMKM tak hanya dirasakan di kota besar, di daerah-daerah pun ini turut terjadi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved