Mendigitalkan UMKM di Pelosok Kalbar
Mereka belum bisa menaikkan level terkait promosi usaha lebih lanjut. Belum lagi Foto produk yang masih minim. Untuk jualan kebanyakan pakai Facebook
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Perekonomian Indonesia termasuk di Kalimantan Barat banyak bergantung oleh UMKM, yang saat ini jumlahnya mencapai 60 juta Pelaku UMKM.
Saat pandemi Covid-19 terjadi, kombinasi risiko penularan Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro turut mempengaruhi kinerja UMKM tak terkecuali di Kalbar, baik dari sisi penawaran maupun permintaan.
Masih kurangnya digitalisasi UMKM nasional menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi kinerja UMKM saat ini.
Padahal, tingkat kepemilikan smartphone serta penetrasi internet yang tinggi, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Potensi ini secara pararel dapat turut mendorong produktivitas UMKM termasuk di masa pandemi ini serta berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).
• MASIH Bisakah Daftar Bantuan UMKM 2021? Cek Daftar Penerima BLT UMKM PNM Mekar BNI & eform.bri.co.id
Semangat inilah ikut dirasakan perempuan-perempuan yang tergabung dalam UKM Kayong Lestari di Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.
Mereka bahu membahu memproduksi produk turunan kelapa manisan kelapa, musekat, keripik, dodol, kue kering, tepung, minyak kelapa, VCO dan lainnya. Kenapa kelapa? Karena bahan baku tersebut melimpah di sana. Bahkan cemilan yang dibikin merupakan makanan yang nyaris punah.
Perjuangan mereka pun semakin berbuah manis pasalnya pada April 2021 lalu, produk yang mereka hasilkan dan dibranding “Cocoyong Manisan Kelapa” Produk Kelapa Olahan Kayong ini bisa mengantongi sertifikasi Halal.
Kepala Divisi Pengembangan Ekraf Gemawan sekaligus pendamping dari kelompok perempuan UKM Kayong Lestari ini menuturkan untuk penjualan mereka memakai sistem digital pula. Yakni dengan memanfaatkan akun Facebook untuk memperluas market.
• Sertifikasi Halal di UU Cipta Kerja yang Baru Disahkan, MUI: Substansi Halalnya Jadi Ambyar
“Di kampung pengguna Facebook ramai sekali. Ini berguna bagi ibu-ibu dalam menjual produk olahan kelapa tersebut. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, maka penjualan sistem online sangat membantu,” ujar Ica sapaan akrabnya pada tribunpontianak.co.id, Jumat 21 Mei 2021.
Semula kelompok perempuan ini hanya ibu-ibu rumah tangga yang kemudian lewat program Responsive Innovation Fund (RIF) dilatih untuk melakukan pengembangan ekonomi lokal.
Ini merupakan bagian dari National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), kemitraan antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Pemerintah Kanada.
• Kelompok Perempuan UMKM Kayong Lestari Termotivasi Kembangkan Usaha Pasca Ikut IDW 2021
“Kayong Utara menjadi satu di antara kabupaten yang terpilih dalam program RIF Tahap II. Pelatihan yang kami berikan seperti analisa vulue chainnya, penguatan dan pengembangan kelembagaannya, pemasaraa, branding, packaging, pengolahan produknya, sampai masalah bagaimana mereka mesti mahir mengelola keuangan, serta organisasi,” papar Ica.
Terkait memanfaatkan pemasaran digital, para perempuan ini diajarkan pula untuk optimasi sosial media. Misalkan memanfaatkan Instagram Bisnis, Google My Business, Facebook Bisnis. Oleh karena sebelumnya mereka lebih banyak memanfaatkan akun pribadi terutama Facebook.
Lalu, agar menciptakan produk yang diposting menggiurkan, mereka dilatih dalam membuat foto produk serta pembuatan caption yang menarik.
“Namun tantangan banyak sekali. Mereka belum bisa menaikkan level terkait promosi usaha lebih lanjut. Belum lagi Foto produk yang masih minim. Untuk jualan lebih banyak pakai Facebook. Tapi meski demikian ini sudah sangat membantu, reseller banyak juga yang berdatangan dari postingan tersebut bahkan dari luar daerah Kayong Utara,” ujarnya.
• Airlangga Paparkan Upaya Pemerintah Hingga dengan Pulihnya Ekonomi di Pandemi Covid-19