Breaking News:

HIPMI Sambas Dukung Vaksinisasi Gotong Royong

harga resmi untuk satu kali suntik sebesar Rp 400-an dirasa masih terjangkau untuk para pengusaha di Kabupaten Sambas.

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sambas, Eko Setiawan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sambas, Eko Setiawan mengatakan dengan adanya vaksin Covid-19 gotong royong mereka siap ikut serta mensukseskan Vaksinisasi tersebut.

Kata dia, harga resmi untuk satu kali suntik sebesar Rp 400-an dirasa masih terjangkau untuk para pengusaha di Kabupaten Sambas.

"Dengan adanya vaksin gotong royong, sebagai pengusaha kita tidak keberatan dan mendukung penuh. Dan harga yang diatur pemerintah melalui Kemenkes untuk satu kali suntik 400 ribuan masih dalam standar dan kemamampuan pengusaha yang ada di Kabupaten Sambas," ujarnya, Rabu 19 Mei 2021.

Baca juga: Koramil Paloh Laksanakan Pengamanan Penyeberangan Ferry dan Pastikan Penumpang Terapkan Prokes

Diturunkan dia, untuk sementara belum ada arahan dari BPP terkait dengan pelaksanaan vaksin Gotong Royong.

"Untuk di daerah kita belum ada arahan secara lansung dari pusat tentang pelaksanaan vaksin gotong royong ini," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, soal kebutuhan vaksin itu ungkapnya dia tidak tahu pasti. Namun demikian, untuk jumlah pengusaha dan karyawan diperkirakan lebih dari 20 ribu orang di Kabupaten Sambas.

"Kalau jumlah kebutuhan vaksin kita tidak tahu pasti, karena dosis dan lain-lain kita tidak begitu paham. Yang pasti kita disini ada kurang lebih 20 ribuan karyawan dan pengusaha di Kabupaten Sambas," tuturnya.

Untuk sektor yang dirasakan perlu untuk jadi perhatian kata dia adalah pada sektor pertanian, perkebunan dan pariwisata. Hal ini ungkapnya, karena banyak tenaga kerja yang terlibat di dalamnya.

"Untuk vaksin gotong royong sektor perusahaan perkebunan dan pertambangan dan pariwisata (perhotelan dan restoran-Red) yang akan menjadi prioritas vaksin," ungkapnya.

"Hal ini karena melibatkan banyak tenaga kerja dan merupakan sektor-sektor penggerak perekonomian Kalbar," tuturnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved