Berita Viral

Resmi Turun! Harga BBM Terbaru per 1 November 2025 di SPBU Seluruh Indonesia Cek Disini

Resmi turun, harga minyak bensin BBM terbaru per 1 November 2025 di SPBU seluruh Indonesia selengkapnya cek disini.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rizky Zulham
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY ZULHAM
ISI MINYAK - Ilustrasi seorang operator SPBU sedang melayani pengisian BBM ke kendaraan milik pelanggan. Resmi turun, harga minyak bensin BBM terbaru per 1 November 2025 di SPBU seluruh Indonesia selengkapnya cek disini. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah secara resmi mengumumkan penyesuaian harga BBM berlaku Sabtu 1 November 2025.
  • Adapun dasar penetapan harga BBM ini berdasarkan kondisi dan tren pergerakan harga minyak dunia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Resmi turun, harga minyak bensin BBM terbaru per 1 November 2025 di SPBU seluruh Indonesia selengkapnya cek disini.

Memasuki pergantian bulan, Pemerintah secara resmi mengumumkan penyesuaian harga BBM berlaku Sabtu 1 November 2025 di SPBU seluruh Indonesia.

Adapun dasar penetapan harga BBM ini mengikuti kondisi dan tren pergerakan harga sumber energi, gas dan minyak dunia.

Beleid penyesuaian harga tersebut mengacu pada implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.

Berisi tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Baca juga: DAFTAR Motor dan Mobil Resmi Dilarang Isi BBM Pertalite Per 1 November 2025 di SPBU, Kini Pakai STNK

Penurunan harga BBM dipicu kondisi harga minyak dunia melemah sejak Jumat 31 Oktober 2025.

Dan menuju penurunan bulanan ketiga berturut-turut, tertekan oleh penguatan dolar AS serta meningkatnya pasokan dari produsen utama yang mengimbangi dampak sanksi Barat terhadap ekspor minyak Rusia.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent turun 0,51 persen atau 33 sen menjadi US$64,67 per barel pada pukul 00.27 GMT.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,58 persen atau 35 sen ke US$60,22 per barel.

“Dolar AS yang lebih kuat menekan selera investor terhadap komoditas,” tulis analis ANZ dalam sebuah catatan.

Penguatan greenback terjadi setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga pada Desember belum menjadi kepastian.

Baik Brent maupun WTI diperkirakan turun sekitar 3 persen sepanjang Oktober, seiring meningkatnya pasokan yang melampaui pertumbuhan permintaan tahun ini.

Negara-negara anggota OPEC dan produsen non-OPEC terus meningkatkan produksi guna memperluas pangsa pasar.

Peningkatan suplai ini juga membantu meredam dampak gangguan ekspor minyak Rusia ke dua pembeli utamanya, yakni China dan India, akibat sanksi Barat.

Sumber Reuters menyebut, OPEC+ tengah mempertimbangkan kenaikan produksi moderat pada Desember, menjelang pertemuan kelompok tersebut pada Minggu mendatang.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved