KISAH Jihan Anugrah Bersama Suami Saat Menjadi Dokter Relawan COVID di Pontianak
Selain menjadi dokter relawan Covid-19, saat ini dr Jihan Anugrah juga bertugas sebagai dokter umum di Puskesmas Parit Mayor Pontianak Timur sejak tah
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
Dikatakannya ketika kembali ke rumah ada ruang singgah yang telah disediakan, begitu sampai di rumah langsung mandi dan melepas baju di ruang singgah tersebut.
Baca juga: PPKM di Kota Singkawang Diterapkan Hingga 13 Mei 2021 Mendatang
“Alhamdulillah lebih dari 1 tahun berkali-kali tes, atas izin Allah kami sekeluarga belum pernah ada yang positif covid-19,”ujarnya.
Pengalaman Baru menjadi Dokter Relawan saat Merawat Pasien COVID-19
dr Jihan Anugrah menceritakan pernah beberapa kali mendapat pasien yang sampai depresi karena sebagai penyintas covid-19 distigma negatif baik dari keluarga, rekan kerja, maupun lingkungan sekitar.
“Disini contoh kasusnya Pekerja kantoran baru bisa bekerja jika swab negatif, pernah ada yang datang ke Rumah Isolasi nangis-nangis karena swab selalu positif hingga akhirnya dikucilkan,”ujarnya.
Ditegaskannya bahwa covid-19 itu bukanlah penyakit yang asal positif atau negatif saja kesembuhannya, jug perlu pertimbangan dari dokter untuk evaluasi. Ia menyarankan untuk diperiksa yang benar agar aman untuk diri sendiri dan orang lain.
Ia meyakinkan bahwa ditengah pandemi Covid-19 para tenaga kesehatan akan tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab atas nama kemanusiaan sesuai dengan sumpah profesi masing-masing.
Menurutnya Pandemi ini benar-benar menunjukkan siapa yang penuh empati dan kasih sayang kepada orang lain. Hal ini tidak terkait umur, jenis kelamin, status social, dan status pendidikan, dan profesi.
Ia berpesan kepada Penyintas bahwa Covid-19 ini penyakit akut umumnya hanya sementara dan tidak panjang. Jadi tidak perlu ragu lagi untuk para penyintas berinteraksi dengan orang-orang yang telah dinyatakan sembuh.
Kepada Masyarakat Kalbar ia menyampaikan bahwa Pandemi Covid-19 ini nyata dan masih berlangsung.
“Saya mengingatkan kepada semua masyarakat agar bersabar dan rendah hati untuk mengikuti protokol kesehatan dan berikhtiar agar tidak terkena wabah ini,”ujarnya.
Jikapun ada vaksin, vaksin bukan pengobatan. Vaksin harus dilengkapi dengan protocol 5M diikuti 3T dan jaga kesehatan imun agar pencegahan menjadi sempurna.
Ia menambahkan bahwa masyarakat harus selalu ingat gerakan 5M protokol kesehatan adalah sebagai pelengkap vaksin yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, sertaMembatasi mobilisasi dan interaksi
“Kita juga harus menjaga iman man, dan imun, olahraga teratur, istirahat cukup, memakan makanan berkualitas. Minumlah vitamin jika dirasa makanan harian tidak memenuhi standar dan tingkatkan literasi untuk mencari dan menyebarkan informasi yang benar,”pesannya.
Ia mengajak semua lapisan masyarakat untuk saling jaga kesehatan fisik dan mental, dengan empati, kasih sayang dan saling membantu menangani pandemi covid-19.