KISAH Jihan Anugrah Bersama Suami Saat Menjadi Dokter Relawan COVID di Pontianak 

Selain menjadi dokter relawan Covid-19, saat ini dr Jihan Anugrah juga bertugas sebagai dokter umum di Puskesmas Parit Mayor Pontianak Timur sejak tah

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
KISAH Jihan Anugrah Bersama Suami Saat Menjadi Dokter Relawan COVID di Pontianak  - ddbggbg.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
dr Jihan Anugrah menjadi relawan dan menjadi garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 di tempat isolasi Rusunawa Nipah Kuning.
KISAH Jihan Anugrah Bersama Suami Saat Menjadi Dokter Relawan COVID di Pontianak  - ddjmjmkjkjk.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
dr Jihan Anugrah menjadi relawan dan menjadi garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 di tempat isolasi Rusunawa Nipah Kuning.

“Untuk melawan virus ini harus ada kerja sama antara pemerintah, masyaraka, media center dan tenaga kesehatan. Bila salah satu komponen ini abai, maka pandemi ini akan semakin berkepanjangan,”tegasnya.

Keberadaan Media center dirasakannya sangat penting untuk dibuat sebagai sumber informasi terkait capaian atau program yang telah dilakukan pemerintah khsusnya dalam penangan dan pengendalian covid-19.

Tantangan Menjadi Seorang Dokter

Diakuinya saat ini dunia kedokteran sedang berada dalam situasi yang lebih kompleks seperti yang dialami Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dihadapkan pada kondisi lompatan teknologi, perubahan lingkungan dan pandemi Covid-19 ini yang membutuhkan kehadiran sebuah sistem kerja baru. 

“Tantangan dari dalam terutama terkait dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kedokteran. Selain itu sering terjadi miss informasi dalam pemberitaan yang membuat dokter tidak hanya kelelahan secara fisik tapi juga mental,”ujarnya. 

Selain itu tantangan lainnya ditengah menghadapi pandemi Covid-19 mulai dari  terinfeksi virus kemungkinan menjadi carrier yang bisa menularkan, kurangnya suplai kebutuhan alat pelindung, serta jam kerja yang amat panjang karena masih kurangnya SDM.

“Belum lagi kita melihat rekan kerja dan kolega yang terinfeksi dan adanya dilema dalam diri, Kondisi serba-tidak menentu ini kadangkala memunculkan berbagai emosi negatif, seperti kecemasan, rasa tidak berdaya,kesedihan,”ujarnya. 

Ia mengatakan bersama rekan medis lainnya yang menjadi paramedic relawan bergantian memeriksa kondisi pasien, berkomunikasi dengan dokter spesialis, serta menjadi teman bagi pasien di ruang isolasi. 

“Tak jarang kami sedih melihat kondisi pasien yang diisolasi lantaran tak ada anggota keluarga yang menemani. Terlebih, pasien lanjut usia yang kesulitan untuk berkegiatan sendirian,”ujarnya.

Dengan demikian, ia menemukan pengalaman baru seperti pernah merawat pasien usia 95 tahun dengan gejala ringan, sampai akhirnya sembuh setelah 14 hari dirawat. 

“Semua kami lakukan atas nama kekeluargaan dan kemanusiaan. Itu rasanya luar biasa senang,”ucapnya.

Sosok Inspirasi di Kehidupan dr Jihan Anugerah

Dibalik kegigihannya dan perjuangannya saat ini menjadi seorang dokter, ada sosok yang menjadi inspirasinya yakni Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qushai. 

Dia adalah wanita yang pertama kali dinikahi oleh Rasulullah SAW karena mulianya sifat beliau, karena tingginya kecerdasan dan indahnya kejujuran beliau. 

“Khadijah adalah wanita terbaik sepanjang masa. Dari Ibunda kita Khadijah RA kita belajar bahwa menjadi wanita itu banyak sekali keutamaan-keutamaan yang diberikan Allah khususnya untuk para kaum wanita,”ujarnya. 

Sehingga menjadikan wanita harus mau belajar banyak tentang ilmu syar’i, terus mengembangkan diri, menjadi teladan, dan bermanfaat bagi orang lain. Maka jelaslah bahwa wanita merupakan tumpuan dasar kemuliaan suatu masyarakat bahkan Negara. 

“Inspirasi dalam kehidupan saya lainnya yakni Almarhum Papa saya H Masfuadi S.Pd sebagai orang yang semangat, baik akhlaknya, dan tidak pernah bosan berbuat baik sampai akhir hayatnya,”ujarnya.

Diakuinya banyak sekali pesan – pesan dari Almarhum ayahnya yang mengantarkannya sampai ke titik ini. Begitu juga dengan sosok ibundanya yakni Hj Henni AMd.Kep.

“Saat ini ibu saya selain menjadi ibu juga menggantikan posisi Papa saya menjadi orangtua tunggal yang tidak lelah berdoa dan memberikan contoh yang baik untuk anak-anaknya. Semoga saya dapat meneladani dan terus berbakti kepada kedua orangtua saya,”ujarnya. 

Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang, dr Jihan Anugrah kembali mengingat alasannya mengapa ingin menjadi seorang dokter

“Sesuai sumpah profesi saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan. Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya. Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran,”tegasnya.

Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, Jihan selalu berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian atau Kedudukan Sosial.

“Pasien adalah tanggungjawab dokter dihadapan Allah. Luruskan niat agar menjadi ladang amal yang besar,”tegasnya.

Sebagai dokter umum, dr Jihan Anugrah menjelaskan bahwa untuk Dokter umum sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk dokter yang berfokus pada pengobatan masalah kesehatan dan gejala umum yang dialami pasien. 

Seorang dokter umum juga dikenal sebagai dokter layanan tingkat pertama, di mana dokter umum bekerja sesuai etik, sesuai dengan kompetensinya berperan dalam memberikan pencegahan, diagnosis, dan penanganan awal, serta merujuk ke dokter spesialis jika diperlukan.

Dikatakannya seorang dokter umum dapat bekerja di puskesmas, rumah sakit, ataupun klinik pribadinya. 

Tak jarang, dokter umum pun kerap dilibatkan dalam berbagai disiplin ilmu medis lain (multidisiplin) untuk mendukung penyembuhan pasien.

Namun pada kasus-kasus tersebut, dokter umum bertanggung jawab untuk memberikan perawatan awal dan memastikan kondisi pasien stabil serta mencegah komplikasi berlanjut. 

Dalam praktik sehari-hari, pasien yang menderita penyakit-penyakit yang tidak sesuai dengan kompetensi dokter umum tersebut akan dirujuk oleh dokter umum ke dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Membagi waktu Antara Pekerjaan dan Keluarga

Menjadi seorang Ibu didalam keluarga adalah prioritas utama baginya, namun saat melaksanakan tugas lainnya harus profesional. 

“Memanajemen waktu sebenarnya tidak terlalu sulit asalkan kita bisa disiplin dan segala sesuatunya terorganisir. Kita bisa memanfaatkan waktu cuti, jaga komunikasi dengan baik, dan menjadwal liburan,”ucapnya. 

Selain kesibukannya menjadi dokter umum bertugas di puskesmas dan membuka klinik pribadi, Jihan juga harus bertugas untuk berjaga di Rusunawa.

“Tapi tidak setiap hari, nah pada hari-hari kosong tersebut lah saya manfaatkan waktu bersama keluarga dan memberi pengertian kepada anak,”ujarnya. 

Apalagi sekarang sudah ada teknologi dan bisa melakukan komunikasi melalui video call. Namun yang paling penting menurutnya saat menjalankan profesinya adalah support keluarga.

“Ini juga menjadi penting, mengingat ketika saya tidak dirumah ada suami, ibu, adik-adik saya yang membantu merawat anak sehingga tumbuh kembangnya tetap baik,”ujarnya.

Kesibukan lainnya yang dijalani Jihan saat ini adalah terus melakukan inovasinya yang dicipatakannya untuk menyediakan kebutuhan rapid antibody, swab antigen, dan swab pcr serta pengobatan dewasa anak lansia dan persalinan yang di buka  7x24 jam, serta pelayanan kesehatan lainnya misalnya KB dan Imunisasi di klinik pribadinya.

Tak hanya itu saja, Jihan juga aktif berorganisasi dan tergabung menjadi pengurus inti di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Barat, Pengurus Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) wilayah Kalimantan Barat, Sekretaris Perhimpunan Dokter Umum Indonesia cabang Pontianak, dan Pengurus Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik (PERDAWERI) wilayah Kalimantan Barat.

Dirinya juga sering mengisi acara kegiatan edukasi masyarakat (webinar) secara online, di televise, maupun di radio. 

“Saya  juga punya account instagram pontianakdaily khusus review makanan dan minuman, update mengenai pariwisata, kegiatan yang positif di Pontianak, Kalbar. Karena buat saya pribadi senang kuliner dan senang mempromosikan UMKM / local business yang punya kualitas baik  untuk terus berinovasi,”jelasnya.

Apalagi disaat pandemi seperti saat ini, ekonomi lebih sulit, saat ada rejeki lebih ia mengajak untuk bisa saling berbagi dan membantu dari hal kecil seperti membeli dagangan teman-teman yang berjualan.

Jihan bersama adiknya yakni Maharani Anugrah STr.Keb juga mempunyai bisnis online baju dan jilbab yang dipasarkan melalui media sosial instagram @dearmaharani. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved