Breaking News:

70 Persen Gangguan Listrik Karena Layangan, PLN Ajak Jaga Objek Vital Kelistrikan

Doni mengatakan dampak gangguan ini sangat fatal. Di antaranya terjadinya “kedipan” tegangan listrik yang mempengaruhi listrik pelanggan.

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUN/DOK
Manager Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) PLN Kalbar, Doni Andrean saat menyampaikan sosialisasi bahaya permainan layangan bagi kelistrikan di Kalbar di Kelurahan Saigon Pontianak, belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gangguan listrik yang terjadi hampir 70 persen di Kota Pontianak dan sekitarnya karena permainan layangan.

Manager Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) PLN Kalbar, Doni Andrean, menyampaikan pada 2020 gangguan listrik karena layangan mencapai 297 kasus.

Kerap Terjadi Gangguan Listrik Akibat Layangan, PLN UP3B Beri Edukasi di Kelurahan Saigon

Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019 yang hanya 219 kasus.

“Bisa jadi efek pandemi makanya tahun lalu tinggi sekali permaianan layangan. Untuk tahun ini yakni Januari-Maret 2021 sudah sebanyak 34 kasus,” ungkap Doni, Sabtu 10 April 2021.

Dari angka tersebut gangguan karena layangan menyumbang sekitar 70-75 persen dari total keseluruhan gangguan listrik.

PLN UP3B Kalbar Sosialisasikan Sistem Kelistrikan Khatulistiwa dan Bahaya Layangan

Doni mengatakan dampak gangguan ini sangat fatal. Di antaranya terjadinya “kedipan” tegangan listrik yang mempengaruhi listrik pelanggan.

Termasuk sektor ekonomi seperti perhotelan, pusat perbelanjaan ikut terdampak. Peralatan elektronik bisa rusak karena terjadinya kedipan tegangan listrik tersebut.

Permainan layangan dengan kawat atau dengan tali biasa tetap saja bisa mengganggu.

Layangan Marak Sebabkan Gangguan Kelistrikan, PLN UP3B Kalbar Gencarkan Edukasi dan Razia

“Jika benang layangan sangkut di transmisi listrik maka petugas kami harus membersihkannya. Pengerjaannya memakan waktu. Dampak lainnya banyak wilayah Pontianak bisa padam gara-gara ini,” ucapnya.

“Memang kalau di kami itu kapan harus padam bisa dilihat dengan pembebanan berapa masyarakat butuh daya, misalnya saat ini bebannya rendah kita bisa masuk disana atau kami menghidupkan pembangkit yang lain di dekat situ supaya kami bisa memadamkan, seperti itu ada pengaturannya, jadi tidak bisa spontan juga untuk langsung dibersihkan,” jelasnya.

Masih Marak Pemain Layangan, Ini Pesan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved