Breaking News:

Pemkot Singkawang Tiadakan Festival Cap Go Meh, Berikut Penjelasan Wali Kota Tjhai Chui Mie

Tjhai Chui Mie juga mengajak masyarakat Kota Singkawang berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berkahir

TRIBUNPONTIANAK/Rizki Kurnia
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie membacakan hasil kesepakatan bersama terkait pelaksanaan Cap Go Meh di Kota Singkawang. Senin 22 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Setelah rapat bersama Pemkot Singkawang beserta pemangku kepentingan di Singkawang, disepakati dan menandatangani kesepakatan bersama meniadakan perayaan dan Festival Cap Go Meh (CGM) pada 26 Februari 2021.

Kesepakatan tanpa ada Festival Cap Go Meh ini disampaikan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie usai menggelar rapat di rumah dinasnya, Senin 22 Februari 2021 malam.

Hadir dalam rapat tersebut Kapolres Singkawang, Dandim 1202, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga, dan Ketua Panitia Pelaksana Imlek dan Cap Go Meh 2021 Kota Singkawang.

Tjhai Chui Mie menerangkan, pembatalan dan pelarangan sementara perayaan Cap Go Meh ini bertujuan untuk pengendalian penyebaran virus Covid-19. Di mana saat ini Kota Singkawang masih berstatus zona oranye.

Baca juga: Pelaksanaan Ibadah Saat Cap Go Meh Tetap Berjalan, Dandim Singkawang Siap Lakukan Pengawalan

Hasil kesepakatan tersebut mencakup lima poin. Pada poin pertama, disebutkan pada 26 Februari 2021 yang merupakan hari Cap Go Meh, Kota Singkawang tidak melaksanakan Festival Cap Go Meh sebagaimana tahun-tahun sebelum Covid-19 manjadi pendemi.

Poin kedua, disebutkan tidak adanya konvoi tatung, baga, barongsai, atau sejenisnya (yang membawa tandu, alat bunyi-bunyian, serta personel) yang mengundang keramaian.

Poin ketiga, ritual keagamaan tetap diizinkan untuk dilaksanakan para rohaniawan/tatung, khususnya mulai tanggal 25 Februari 2021/tanggal 14 bulan 1 tahun 2572 di Altar/Shin Than/Klenteng/Cetia/Vihara masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Pada poin keempat, pelaksanaan ritual pada hari CGM oleh para rohaniawan/tatung pada 26 Februari 2021 (tanggal 15 bulan 1 tahun 2572) dilaksanakan di Altar Shin Than Klenteng Cetia, atau vihara masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan.

Serta pada poin kelima, menghimbau umat untuk berdoa di rumah dan wilayah masing-masing.

“Kesepakatan ini berlaku mulai 22 Februari 2021 hingga 26 Februari 2021. Umat dan para rohaniawan khususnya untuk dapat memaklumi kesepakatan ini,” terang Tjhai Chui Mie membacakan hasil kesepakatan bersama.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved