Breaking News:

Dugaan Tipikor Suryadman Gidot

Dimintai Keterangan Saat Persidangan, Gidot Akui Telah Meminta Uang kepada Kepala Dinas

Uang itu digunakan untuk menyelesaikan permasalahan temuan BPK atas dana bantuan khusus desa kepada 48 kepala desa di Kabupaten Bengkayang.

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Bupati Bengkayang Non Aktif Suryadman Gidot usai menjalani persidangan terkait kasus Tipikor yang menjeratnya, di Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/3/2020). Di akhir persidangan, Gidot pun sempat meminta maaf atas kesalahannya yang telah membuat banyak pihak terlibat dan di hukum. 

PONTIANAK - Sidang kasus tipikor yang menjerat Bupati Bengkayang Non Aktif Suryadman Gidot masih bergulir di Pengadilan Negeri Tipikor, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/3/2020).

Suryadman Gidot menyampaikan bahwa ia memang meminta uang kepada kepala Dinas PUPR dan kepala Dinas Pendidikan yang masing - masing Rp 500 juta.

Uang itu digunakan untuk menyelesaikan permasalahan temuan BPK atas dana bantuan khusus desa kepada 48 kepala desa di Kabupaten Bengkayang.

BREAKING NEWS - Gidot Buka-bukaan di Persidangan, Akui Minta Sejumlah Uang dan Tujuannya

Sehingga ia memutuskan meminta uang kepada para kepala dinas untuk mencari konsultan dan para ahli untuk membantu para kepala desa menyelesaikan laporan pertanggungjawaban ke BPK.

Dengan harapan, bila di BPK selesai maka kasus tersebut tidak berlanjut ke proses hukum.

"Saya tidak melihatnya di Polda, saya hanya melihat bagaimana melihat menyelesaikan itu di BPK, pemikiran saya kalau sudah selesai di BPK tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan itu," ujar Gidot saat diwawancarai.

"Ya saya berpikir karena ini proses, ya silahkan saja, dalam arti, kalau memang ada kerugian, kalau para kepala desa tidak mampu menyampaikan laporan, atau dititik mana itu terjadi kerugian, saya fikir itu silahkan saja di pertanggung jawabkan," timpalnya.

Terkait mengapa para kepala desa tidak mampu menyelesaikan laporan kepada BKP tersebut, ia pun mengaku tidak paham.

Atas hal tersebut iapun telah merencanakan untuk bertemu dengan ketua BPK pada tanggal 3 September 2019, namun hal tersebut batal dilakukan karena ketua BPK tidak ada ditempat.

Namun, ia menyampaikan tidak memerintahkan untuk melaksanakan Proyek PL (penunjukan langsung) untuk mendapatkan uang tersebut, ia hanya mengaku meminta uang.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved