2024 Kementrian Desa PDTT Targetkan 5000 Desa Mandiri di Indonesia & Fokus pada 4 Program Unggulan

Pertama yang menggerakan langsung ekonomi desa ada dua yakni Prukades dan bumdes

2024 Kementrian Desa PDTT Targetkan 5000 Desa Mandiri di Indonesia & Fokus pada 4 Program Unggulan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
 Ir. Raden Conrad Hendrarto Staff Ahli Menteri Bidang Pengembangan Wilayah Kementerian Desa mewakili Sekretaris Jenderal Kementrian Desa PDTT, H Anwar Sanusi hadir sebagai Narasumber kuliah umum di Aula Magister Fisip Universitas Tanjungpura, Rabu (6/11/2019). 

2024 Kementrian Desa PDTT Targetkan 5000 Desa Mandiri di Indonesia & Fokus pada 4 Program Unggulan

PONTIANAK - Staff Ahli Menteri Bidang Pengembangan Wilayah Kementerian Desa,Ir. Raden Conrad Hendrarto mewakili Sekretaris Jenderal Kementrian Desa PDTT, H Anwar Sanusi hadir sebagai Narasumber kuliah umum dengan tema Peningkatakan dan Pengembangan Ekonomi Menuju Desa Mandiri".

Kuliah umum ini diselenggarkaan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalbar di Aula Magister Fisip Universitas Tanjungpura, Rabu (6/11/2019).

Raden Conrad Hendrarto mengatakan pada tahun 2020 sampai 2024 Kementrian desa menargetkan 5000 desa mandiri di Indonesia.

Baca: Roses Hantaran Sudah Layani Ratusan Pelanggan

Baca: Pemdes Pantok Laksanakan Nyangkolatn Tona Yaat, Anto: Membersikan Lingkungan dari Hal Negatif

"Pada tahun 2018 desa mandiri di Indonesia sudah mencapai sekitar 2600 Desa mandiri. Jadi untuk target tahun 2019 sudah tercapai di tahun 2018 lalu. Jadi target desa mandiri kedepan akan bertambah dua kali lipat menjadi 5000," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa dalam UU desa bahwa yang menggerakan ekonomi di desa adalah Bumdes karena bumdes dimiliki langaung oleh pemerintah desa.

"Kalau Bumdes ini di kembangkan untuk menggerakaan desa dan memperoleh keuntungan bagi desa. Kalau kita bisa menggerakan ekonomi desa melalui Bumdes salah satu indikator apakah IPD atau IDM bahwa ekonomi merupakan salah satu indikator untuk mencapai desa mandiri ," ujarnya.

Ia mengatakan sejauh ini sudah ada beberapa Bumdes yang sudah bekerjasama dengan pihak perusahaan atau pun start up dan para investor.

"Satu hal menarik sekarang kita lihat bahwa Tokopedia juga sudah bekerjasama dengan pihak kampus untuk mempromosikan Bumdes. Jadi pihak kampus menjadi salah satu gerai dari Tokopedia dan para mahasiswa lah yang memasarkan produk Bumdes tersebut," ujarnya.

Selain itu untuk pengembangan invoasi juga diberikan pelatihan kepada kepala desa.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved