Pemdes Pantok Laksanakan Nyangkolatn Tona Ya'at, Anto: Membersikan Lingkungan dari Hal Negatif

Anto memaparkan sejak dirinya menjadi Kepala Desa Pantok, kejadian serupa sudah terjadi sebanyak 4 kali.

Pemdes Pantok Laksanakan Nyangkolatn Tona Ya'at, Anto: Membersikan Lingkungan dari Hal Negatif
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA SINDIKA WULANDARI
Pemerintah Desa Pantok bersama Pengurus Adat Desa dan masyarakat Pantok Kecamatan Nanga Taman menggelar serangkaian kegiatan Nyangkolatn Tona Ya'at, di kawasan objek wisata Batu Jato, Rabu (6/11/2019). 

Pemdes Pantok Laksanakan Nyangkolatn Tona Ya'at, Anto: Membersikan Lingkungan dari Hal Negatif

SEKADAU - Pemerintah Desa Pantok bersama Pengurus Adat Desa dan masyarakat Pantok Kecamatan Nanga Taman menggelar serangkaian kegiatan Nyangkolatn Tona Ya'at, di kawasan objek wisata Batu Jato, Rabu (6/11/2019).

Kepala Desa Pantok, Anto menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya untuk membersihkan lingkungan sekitar dari hal-hal yang berauta negatif.

Seperti yang diketahui, sebelumnya pada 3 November 2019 terjadi insiden yang tidak diinginkan di kawasan wisata Batu Jato.

Yakni seorang wisatawan meninggal dunia akibat tenggelam lantaran arus air yang deras.

Anto menjelaskan di Desa tersebut setiap ada kejadian, atau musibah dari pihak adat pasti mengambil tindakan dengan tujuan agar kejadian itu tidak terjadi kembali.

Baca: Pokja Rumah Demokrasi Korwil Singbebas Laksanakan Diskusi Publik, Ini Yang Dibahas

Baca: Aleng: Isuzu Traga Tingkatkan Keuntungan Pengguna

Kades Pantok itu juga menyampaikan setelah diadakan kegiatan Nyangkolatn Tona Ya'at tersebut objek wisata Batu Jato akan ditutup selama 3 hari, yakni mulai 7-10 November 2019. Dan akan dibuka kembali.

Lebih lanjut, Anto memaparkan sejak dirinya menjadi Kepala Desa Pantok, kejadian serupa sudah terjadi sebanyak 4 kali.

"Kejadian seperti ini sudah terjadi sebanyak 4 kali, semenjak saya menjadi kades di desa ini. Pertama pada Mei 2009, 2017 warga dari Sekonau dengan kondisi ada penyakit bawaan, 2019 beberapa bulan yang lalu wisatawan dari Pontianak juga memiliki sakit bawaan dan yang terakhir beberapa hari yang lalu," ungkap Anto.

Dari serangkaian kejadian tersebut tentu tidak dapat menyalahkan pihak manapun. Lantaran menurut Anto pihak pengelola sudah memasang beberapa papan peringatan terkait derasnya arus dan licinnya bebatuan.

Halaman
12
Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved