BEM Poltesa Desak Pertamina Atasi Kelangkaan Solar di Sambas

Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada pemerintah daerah agar bisa sesegera mungkin untuk berkoordinasi dengan pihak Pertamina.

BEM Poltesa Desak Pertamina Atasi Kelangkaan Solar di Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Menteri Luar Negeri, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Rian. 

BEM Poltesa Desak Pertamina Atasi Kelangkaan Solar di Sambas

SAMBAS - Menteri Luar Negeri, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Rian, meminta PT Pertamina turun tangan atasi kelangkaan solar di Sambas.

"Kabupaten Sambas tengah dilanda kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar. Seiring dengan fenomena tersebut, kami meminta PT Pertamina segera mengatasi kelangkaan ini karena berdampak pada perekonomian masyarakat," ujarnya, Minggu (15/9/2019).

Rian mensinyalir, jika kelangkaan BBM jenis solar di Sambas di akibatkan maraknya pembelian solar di SPBU dengan menggunakan jirigen.

"Kami menilai bahwa salah satu penyebab terjadinya kelangkaan BBM karena maraknya pembelian di SPBU memakai jerigen, yang berimbas pada ketersediaan menjadi berkurang," ungkapnya.

Baca: Poltesa Gelar Pelatihan, Hamdi: Sukses Perlu Pengetahuan dan Keterampilan

Baca: Poltesa Laksanakan Kegiatan Pelatihan Tanaman Pangan, Untuk Petani Desa Tebas Sungai

"Oleh karena itu, kami juga meminta Pertamina melakukan pengawasan ketat kepada operator nakal yang menjual bahan bakar bersubsidi seperti solar dan premium melalui jerigen. Kalau tidak ada pengawasan tentu kelangkaan ini akan terus berlangsung," jelas Rian.

Menurutnya, jika kelangkaan terus berlanjut maka yang di rugikan adalah masyarakat Sambas.

"Yang paling dirugikan dalam kelangkaan BBM ini adalah masyarakat miskin seperti nelayan dan supir truck yang membutuhkan solar untuk mencari rejeki sehari-hari," ungkapnya. 

Baca: Sopir Angkutan Keluhkan Kelangkaan Solar di Sambas

Baca: Polres Singkawang Taburi Pasir Pada Tumpahan Solar di Jalan Jenderal Sudirman, Cegah Kecelakaan

Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada pemerintah daerah agar bisa sesegera mungkin untuk berkoordinasi dengan pihak Pertamina.

Hal itu penting, agar permasalahan itu tidak berlarut-larut.

"Kami meminta ada koordinasi antara pemerintah daerah dengan pertamina agar persoalan ini tidak berlangsung lama, karena lagi-lagi saya tegaskan kelangkaan bbm jenis solar ini berdampak langsung pada perekonomian masyarakat," tutupnya.

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak  

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved