Poltesa Gelar Pelatihan, Hamdi: Sukses Perlu Pengetahuan dan Keterampilan

Dosen Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) yang hadir sebagai pemateri pada kegiatan, Program Penerapan Teknologi Tepat Guna

Poltesa Gelar Pelatihan, Hamdi: Sukses Perlu Pengetahuan dan Keterampilan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kegiatan pelatihan Menajemen Usahatani Tanaman Padi, Kampus Politeknik Neeri Samabas (Poltesa) beberapa waktu lalu. 

Poltesa Gelar Pelatihan, Hamdi: Sukses Perlu Pengetahuan dan Keterampilan

SAMBAS - Dosen Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) yang hadir sebagai pemateri pada kegiatan, Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) kembali menggelar pelatihan di Kantor Desa Tebas Sungai, beberapa waktu yang lalu.

Hamdi, SP., MP membagikan beberapa kunci sukses usaha tani yang disampaikan kepada anggota kelompok tani bahwa:

“Untuk sukses, kita perlu membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan budidaya (knowledge and skill), pengalaman bertani (experience) dalam bercocok tanam dan menyelesaikan masalah yang ada, modal (capital) yang cukup dan dapat diakses, memiliki keyakinan, mindset yang tepat, dan doa (faith, main set and prayer), pengelolaan usahatani (management) yang baik, pilihan musim yang tepat (good season), serta penguasaan tata niaga pertanian (agriculture commerce system),” ujarnya, Sabtu (14/9/2019).

Hamdi yang juga merupakan anak petani, dan sekarang menjadi praktisi pertanian di Poltesa, ia juga menyampaikan salah satu cacatan yang penting yang harus dikuasai para petani.  

Baca: Poltesa Laksanakan Kegiatan Pelatihan Tanaman Pangan, Untuk Petani Desa Tebas Sungai

Baca: Kendalikan Tikus dan Hama Lain, Poltesa dan Kemristekdikti Laksanakan Launching Program PPTTG

Baca: PKMB untuk Memberikan Informasi Seputar Kampus Poltesa pada Mahasiswa Baru

“Misalnya saat menanam bibit padi jangan terlalu dalam jika sudah gembur, terutama, cukup dengan kedalaman 1-2 cm. Hal ini penting dilakukan agar jumlah anakan produktif tanaman padi meningkat. Menanam bibit padi (“nandor”) yang terlalu dalam akan mempersulit usaha pembentukan anakan padi,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Daud Perdana, ST., MT, selaku ketua tim pelaksana menginformasikan bahwa setelah pelatihan ini akan disusul lagi dengan pelatihan-pelatihan dan kegiatan berikutnya.

Hal itu sesuai dengan program yang dirancang dan disepakati dengan kelompok tani mitra di Desa Tebas Kuala. Pelatihan-pelatihan tersebut akan diselenggarakan setelah segala persiapan alat dan bangunannya di lapangan selesai dilaksanakan.

“Secara umum program utama dari PPTTG 2019 ini antara lain, pengendalian tikus pertanian, kedua, Pengendalian hama serangga menggunakan perangkap serangga (light trap), dan ketiga, Pembuatan dan pengelolaan mesin perontok padi untuk penanganan pasca panen,” tambah Daud Perdana.

Kegiatan PPTTG ini lanjut Daud akan dilaksanakan melalui, pertama Program pengendalian tikus pertanian diterapkan dengan tahapan Pembuatan alat perangkap tikus pertanian, yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Sambas.

“Lalu di lanjutkan dengan Instalasi alat perangkap tikus pertanian bersama pengurus kelompok di Desa Tebas Sungai yang dilakukan di lahan sawah. Yang ketiga, Pelatihan pemakaian dan perawatan alat perangkap tikus dilaksanakan di Desa Tebas Sungai antara tim pelaksana kegiatan dengan peserta semua anggota kelompok tani dan masyarakat lainnya di sekitar Desa Tebas Sungai yang berminat, dan terakhir Pendampingan operasional penggunaan alat perangkap tikus dan alat perangkap serangga dilaksanakan secara bersamaan di sawah kelompok tani, dan Pelatihan manajemen usahatani tanaman padi,” tuturnya.

Selain itu juga ada Program pengendalian hama serangga diterapkan dengan tahapan Pelatihan pengenalan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman padi bersama narasumber PPL Kecamatan Tebas, Pembuatan alat perangkap serangga dilaksanakan oleh tim pelaksana kegiatan di Politeknik Negeri Sambas.

Selamjutnya, Instalasi alat perangkap serangga, dan dilanjutkan dengan Pelatihan pemakaian dan perawatan alat perangkap serangga.

“terskhir ada program pembuatan dan pengelolaan mesin perontok padi diterapkan dengan tahapan. Itu dilakukan dengan Pembuatan mesin perontok padi dilaksanakan tim pelaksana kegiatan di Politeknik Negeri Sambas, lalu Uji operasi mesin perontok padi, dan Pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin perontok padi,” tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved