Tunggakan BPJS Kesehatan Dari Segmen Badan Usaha di Kalbar Mencapai 1.3 Miliar

Data badan usaha menunggak per 31 Desember 2018 sebanyak 1.3 Miliar di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pontianak.

Tunggakan BPJS Kesehatan Dari Segmen Badan Usaha di Kalbar Mencapai 1.3 Miliar
Tribunpontianak/istimewa
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak Gerry Adhikusuma (kanan) 

Tunggakan BPJS Kesehatan Dari Segmen Badan Usaha di Kalbar Mencapai 1.3 Miliar

PONTIANAK – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak Gerry Adhikusuma mengatakan tunggakan badan usaha terhadap iuran BPJS Kesehatan tahun berjalan tahun 2019 yang dilimpahkan dari bidang penagihan dan keuangan kepada tim pengawasan dan kepatuhan mencapai Rp 756 juta.

Namun data badan usaha menunggak per 31 Desember 2018 sebanyak 1.3 Miliar di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pontianak yang belum melunasi tunggakan iurannya.

Ia mengatakan lamanya tunggakan pembayaran iuran BPJS ini pun beragam. Namun biasanya paling lama enam bulan, namun ada juga yang satu hingga dua bulan saja.

Gerry mengakui ketidakpatuhan itu juga menyumbang defisit yang dialami BPJS Kesehatan dikarenakan adanya tunggakan pembayaran iuran dari perusahaan.

Tahun 2019 saja, besaran tunggakan badan usaha mencapai Rp756 juta.

Karena hal tersebut dampak yang dirasakan adalah berkurangnya penerimaan Dana Jaminan Sosial (DJS) yang sumber pembiayaan pelayanan kesehatan JKN KIS.

Baca: BPJS Kesehatan Mobile Layani Masyarakat Desa Punggur Kalbar

Baca: BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program JKS KIS di Komunitas Kota Pontianak

Karena hal tersebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kalbar akan mengundang sebanyak 133 perusahaan yang tidak patuh dalam program kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah dilakukan Canvassing Badan Usaha oleh tim perluasan peserta BPJS Kesehatan yang merupakan tindaklanjut rekomendasi BPKP atas audit tujuan tertentu terhadap BPJS Kesehatan tahap 1 dan 2 yang telah dilimpahkan kepada Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kantor Kejaksaan Setempat melalui DATUN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak Gerry Adhikusuma mengatakan Ketidakpatuhan perusahaan itu seperti tidak mendaftarkan pekerjanya .

Selain itu di cabang Pontianak ada sebanyak 141 yang belum registrasi atau mendaftar. Seperti tidak melaporkan upah sebenarnya yang diterima pekerjanya hingga tidak melaporkan sebenarnya jumlah pekerjanya.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved