Prof Eddy Suratman Sebut Ketidakmampuan OPD Maksimalkan Serapan Anggaran Rugikan Masyarakat

Kalau serapan anggaran rendah berarti mereka tidak mampu melaksanakan rencana yang telah disusun sendiri.

Prof Eddy Suratman Sebut Ketidakmampuan OPD Maksimalkan Serapan Anggaran Rugikan Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA
Ekonom Universitas Tanjungpura, Eddy Suratman 

Prof Eddy Suratman Sebut Ketidakmampuan OPD Maksimalkan Serapan Anggaran Rugikan Masyarakat 

PONTIANAK - Pengamat ekonomi Pof Eddy Suratman menanggapi perihal serapan anggaran APBD Provinsi Kalbar

Serapan anggaran menurutnya punya kaitan dengan kemampuan OPD dalam menjalankan rencana dan program yang sudah dibuat. 

Berikut penturan pria yang juga akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak itu, Selasa (06/08/2019): 

"Serapan anggaran menggambarkan kemampuan organisasi perangkat daerah atau OPD menjalankan rencana mereka.

Kalau serapan anggaran rendah berarti mereka tidak mampu melaksanakan rencana yang telah disusun sendiri.

Baca: Dewan Yakin Serapan Anggaran Kalbar Maksimal di APBD Perubahan

Baca: APBD Perubahan Naik, Sutarmidji Ancam Tak Tambah Anggaran OPD Yang Kurang Maksimalkan Serapan

APBD itukan rencana pelaksanaan program yang dibiayai lewat penganggaran dalam APBD, kalau mereka tidak mampu untuk menyerapnya berarti mereka tidak mampu melaksanakan rencana-rencana yang disusun sendiri. 

Kalau OPD tidak mampu melaksanakan rencana kerja maka yang rugi adalah rakyat Kalimantan Barat. 

Misalnya penundaan pelaksanaan program yang tergambar melalui besarnya sisa anggaran atau sering disebut SILPA bukan sesuatu yang baik dan itu  merugikan masyarakat, karena seharusnya masyarakat bisa mendapatkan nilai tambah dari pembanguna  atau pelaksanaan program yang disusun.

Saya mencontohkan bisalnya, masyarakat seharusnya mendapatkan akses tmbahan sepuluh kilometer jalan tapi gara-gara mereka (OPD)  tidak melaksanakan pembangunan jalan itu artinya mereka tidak mampu menyerap anggarannya maka masyarakat batal menikmati tambahan 10 kilometer jalan.

Baca: Gubernur Sutarmidji Kritik Cara Penganggaran Belanja Daerah, Minta Kedepankan Kepentingan Masyarakat

Baca: Pembukaan PLBN, Eddy Suratman Ingatkan Pemerintah untuk Persiapn Sumber Daya Dalam

Selain itu, seharusnya dibangun jembatan provinsi tapi gara-gara OPD tidak mampu menyerap anggarannya tidak terlaksana pembangunan jembatan maka rakyat akan dirugikan.

Uangnya memang masih ada, tapi masyarakat tidak menikmati pembangunannya karena terhambat. 

Jadi saya memahami apa yang diomelkan oleh Pak Gubernur, sebagai gubernur beliau memang harus memotivasi aparatnya untuk cepat bekerja dan menyerap anggaran sehingga memberikan dampak terhadap masyarakatnya,". (oni)

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved