Pembukaan PLBN, Eddy Suratman Ingatkan Pemerintah untuk Persiapn Sumber Daya Dalam

Harapan kita dalam proses perdagangan bisa mendapatkan manfaat yang lebih banyak ketimbang Malaysia.

Pembukaan PLBN, Eddy Suratman Ingatkan Pemerintah untuk Persiapn Sumber Daya Dalam
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Eddy Suratman 

Pembukaan PLBN, Eddy Suratman Ingatkan Pemerintah untuk Persiapn Sumber Daya Dalam

PONTIANAK - Adanya pembanguan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kalbar yaitu Jagoi Babang Bengkayang  dan Sungai Kelik Sintang tentunya  hal yang sangat bagus, karena kalau ada pembukaan pos lintas batas berarti pergerakan orang dan barang akan menjadi lebih mudah.

"Dengan demikian masyarakat berharap ekonomi dikawasan perbatasan didaerah Sungai Kelik dan Jagoi Babang akan semakin meningkat. Dibangunnya dua PLBN kembali menjadikan Kalbar memiliki lima PLBN resmi yang besar," terang Eddy Suratman, Pengamat Ekonomi Untan, Kamis (14/6/2019).

Sementara ini didaerah Jagoi Babang, lanjut dia sebetulnya sudah ada pasar Sabtu-Minggu dengan pembukaan pos lintas batas ini kegiatan masyarakat tidak akan dianggap ilegal. 

Selama ini kegiatan masih banyak pergerakan yang ilegal jadi dengan dibukanya pos lintas batas pergerakan bisa tercatat resmi dan menjadi legal.

Baca: Ayu Ting Ting Makan Mewah di Paris, Bilqis Malah Makan ala Kadarnya di Rumah

Baca: Operasi Ketupat Kapuas, Kapolres Sebut Tak Ada Kejadian Menonjol

Hal tersebut diharapkan bisa berdampak pada ekonomi masyarakat. Jika masyarakat ingin menjual barang ke luar mudah dan ingin mendapatkan barang dari luar juga akan mudah. 

"Harapan kita dalam proses perdagangan bisa mendapatkan manfaat yang lebih banyak ketimbang Malaysia. Selama ini Indonesia masih kalah dibandingkan Malaysia untuk mendapatkan manfaat dari terbuka lintas batas ini," tambah Eddy Suratman

Apa yang harus dilakukan oleh pihak Indonesia adalah meningkatkan nilai tambah dari barang-barang yang dihasilkan. Selama ini kita cenderung menjual barang-barang hasil komoditi perkebunan dan pertanian, sementara yang kita beli adalah hasil pabrik. 

Baca: Kapolres Kayong Utara Imbau Pemuda Ikut Jaga Kamtibmas

Harga yang dijual juga relatif rendah ketimbang dengan harga yang dibeli dan sudah mulai ada ketergantungan kita terhadap komoditi dari Malaysia.

Di titik perbatasan barang seperti minyak, gas kadang-kadang di beli dari Malaysia. Belum lagi semacam kebutuhan rumah tangga sehari-hari seperti gula dan susu juga banyak disuplai dari Malaysia.

Pembukaan akses secara teoritis akan menguntungkan pihak kita karena membuka batas berarti tidak ada batas, hasilnya akan membuat ekonomi yang menyatu, lama-kelamaan kita akan bisa mengejar Malaysia hingga setara.

"Itu merupakan substansi pembukaan perbatasan yang menginginkan kesetaraan di dua daerah yang berbatasan," tambah Eddy Suratman.

Tentu persiapan infrastruktur juga harus diperhatikan, seperti memilih lokasi penempatan pasar, pergudangan, terminal harus ditata dengan baik, sumberdaya manusia juga harus disiapkan dengan baik, kemudian tata kelola juga harus dirancang dengan baik, infrastruktur pendukung seperti listrik juga harus diperhatikan sehingga mampu bersaing dengan Malaysia.
 

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved