Breaking News:

Piala Presiden

Daftar Pemain Asing di Semifinal Piala Presiden 2019, Dua Bomber Punya Jejak Karier Paling Mentereng

Madura United menjadi tim yang paling banyak menggunakan jasa pemain asing, di mana dalam tim ini sedikitnya ada 5 pemain asing.

Penulis: Ishak | Editor: Ishak
Instagram/@maduraunited.fc
PREDIKSI Persebaya Vs Madura United Semifinal Piala Presiden 2019 Leg 1 dan Link Live Streaming 

Setelahnya, ia malang melintang di Liga NOS Portugal dari satu klub ke klub lain seperti SC Maritimo, juga CD Tondela

Sampai akhirnya di Februari 2019, bakat besarnya itu dipinang Persebaya Surabaya dari klub liga utama Libya, Al-Nasr Benghazi. 

2. Mamadou Samassa (Madura United)

Tempat tanggal lahir : Montfermeil Prancis, 01 Mai 1986 (32 tahun)

Tinggi : 1,88 m

Kewarganegaraan : Mali

Posisi : Penyerang

kaki Terkuat : Kanan

Agensi: Elite Consulting Europe

Klub saat ini : Madura United FC (bergabung sejak 27 Juli 2018). 

Baca: JADWAL Lengkap MotoGP Amerika 2019 - Performa Marc Marquez hingga Ancaman Valentino Rossi

Baca: FOTO: Aksi Solidaritas #KamiBersamaSuaraUSU, di Bundaran Digulis

Penyerang 32 tahun berkewarganegaan Mali satu ini pada awal karirnya sempat cukup menjanjikan.

Pada musim 2008/2009 lalu, ia sempat mecicipi atmosfer liga utama Prancis, League 1, dengan bergabung ke klub Marseille. 

 Tiga musim berseragam Marseille, ia sempat menjadi pemain dengan nilai psar menyentuh angka 2,8 juta euro atau setara dengan Rp 44,9 miliar di musim 2009/2010. 

Pada 2010/2011 ia pindah ke klub League 2, Valenciennes FC.

Setelahnya, ia sempat bergabung ke klub Liga Italia Serie A, Chievo Verona.

Baca: AMALAN Bulan Rajab Isra Miraj 2019, Sayyidul Istighfar, Berpuasa hingga Bacaan Terakhir Bulan Rajab

Baca: WOW, Buku Harry Potter Langka Terjual Rp 1,2 Miliar, Padahal Ada Salah Ketik

Namun performanya gagal menanjak, dan melanjutkan karir di beberapa klub divisi 2 liga Prancis.

Bekalnya berkarir dengan kultur sepakbola Eropa menjadi bekal penting dan keuntungan bagi Madura United.

Terutama dalam mengarungi Piala Presiden 2019 kali ini, di mana Madura United sudah mencapai semifinal dan tinggal dua langkah lagi merengkuh gelar. 

Pemain Asing Lainnya 

Persebaya Surabaya :

1. Damián Lizio, Pemain satu ini adalah pesepakbola yang berpaspor Bolivia, namun juga punya darah Argentina. 

Bermain di posisi gelandang serang (Attacking Mid Fielder-AMF) ia bisa menjadi ancaman serius bagi lawan.

Dalam pertandingan terakhir di babak 8 besar Piala Presiden 2019 yang mempertemukan Persebaya Surabaya dan Tira Persikabo, ia turut mencetak satu gol untuk kemenangan Persebaya Surabaya dengan skor 3-1. 

Kemampuannya mengolah kulit bundar tak perlu diragukan lagi.

Baca: Dukung Lomba Ketapel, Urbanus: Munculkan Kembali Olahraga Tradisional

Baca: Polda Kalbar Cipta Kondisi Jelang Pemilu, Didi : Kita Ingin Pemilu di Kalbar Berjalan Tenang

Situs Transfermarkt mencatat bahwa pemain kelahiran 30 Juni 1989 ini saat ini bernaung di bawah bendera agensi  Elite Consulting Europe, yang termasuk agensi pemegang 'hak' atas negosiasi kontrak pemain di liga top Eropa.

Damián Lizio berada di bendera agensi yang sama dengan pemain klub Liga 1 Prancis, Jose Fonte, yang bermain untuk klub LOSC Lille. 

Selain itu, di agensi ini juga ada nama Gabriel Torje yang bermain untuk klub liga utama Turki (SuperLig), Sivasspor, dan juga pemain di klub yang pernah merasakan atmosfir Liga Champions Eropa, Anicet di klub PFK Ludogorets Razgrad. 

Lizio sendiri baru didatangkan Persebaya Surabaya pada Februari 2019 ini, setelah terakhir kali membela klub liga Bolivia, Bolívar La Paz.

2. Manuchekhr Dzhalilov, 

Sosok Manuchekhr Dzhalilov agaknya punya peran penting bagi Persebaya Surabaya musim ini.

Khususnya dalam gelaran komptesi Piala Presiden 2019.

Sudah beberapa pertandingan terakhir penyerang asal Tajikistan ini mencetak skor  dan membawa kemenangan bagi Bajul Ijo (julukan Persebaya Surabaya). 

Termasuk juga dalam pertandingan babak 8 besar Piala Presiden yang mempertemukan Persebaya Surabaya dengan Tira Persikabo, Jumat (29/03/2019) lalu

Baca: ZODIAK Hari Ini Sabtu 30 Maret 2019! Cinta Gemini: Pasangan Kamu Sangat Kering, Cancer Tak Kecewa

Baca: 320 Siswa SMA Negeri 4 Pontianak Siap Mengikuti UNBK Tahun 2019

Ia di babak pertama ini berhasil mencetak gol dan membuat Persebaya Surabaya unggul sementara atas Tira Persikabo dengan skor 1-0. 

Pernah mengengam atmosfer liga Rusia, jadi catatan penting di balik moncernya penampilan Dzhalilov.

Dalam Piala Presiden, ia kini dalam tren bagus mengejar status top skor Piala Presiden 2019 setelah menjadi pemain ke dua terbanyak pencetak gol dengan koleksi 4.

Ia hanya terpaut satu gol dari top skor sementara asal Persija Jakarta, Bruno Matos.

Namun kandasnya Persija Jakarta usai takluk dari Kalteng Putra di babak 8 besar, membuat pelung Dzhalilov menjadi top skor terbuka lebar dengan 2 pertandingan tersisa plus potensi untuk bermain di satu pertandingan terakhir di babak final. 

Situs Transfermarkt mencatat Manuchekhr Dzhalilov sebelum berlabuh ke Persebaya Surabaya telah malang melintang di komptesi sepakbola Rusia.

Debutnya untuk tim muda Akademia Lokomotiv Moskau dimulai di 2008.

Baca: Tahanan Meninggal Dunia, Kapolsek Marau Bantah Ada Pembayaran Denda Adat

Baca: Crash di MotoGP Argentina 2019, Maverick Vinales Anggap Insidennya Wajar

Lalu pada 2009, ia dipercaya tampil debut di tim muda Lokomotiv Moscow II di Youth Premier Liga Rusia.

Performanya yang terus menanjak membuatnya pada 2011 dipinang Lokomotiv-Kazanka Moskow untuk bermain di liga kasta ketiga Rusia.

Tak lama ia berseragam  Lokomotiv-Kazanka Moskow, karena pada Agustus 2011, ia kemudian eksodus ke tim lainnya, Gornyak Uchaly.

Empat tahun dihabiskan di klub tersebut, lalu untuk kemudian di Februari 2015 kembali pindah ke tim kasta ketiga liga Rusia lainnya, Neftekhimik Nizhnekamsk. 

Baca: PREDIKSI Bhayangkara FC Vs Arema FC 8 Besar Piala Presiden, Head to Head & Link Live Streaming

Baca: Tips Memilih & Memadupadankan Busana Casual Hingga Formal untuk Sembunyikan Pinggul Besar

Hampir setengah dekade di liga Rusia kasta ketiga, ia lalu memutuskan kembali ke negara kelahirannya pada Februari 2015 untuk bergabung dengan klub liga Tajikistan, Istiqlol Dushanbe. 

Dua tahun membela Istiqlol Dushanbe, ia lalu dipinang klub Liga Indonesia. Sriwijaya FC pada Desember 2017.

Permainannya di klub yang bermarkas di Sumatra itu membuat Persebaya Surabaya kepincut dan kemudian mengontraknya pada Februari 2019 lalu.

Transfermarkt mencatat kepindahannya ke Bajul Ijo ditebus dengan harga 250 ribu euro atau senilai dengan harga sekitar Rp 4 milaran. 

Arema FC : 

1. Arthur Cunha, Pemain bertahan berusia 29 tahun ini pertama kali merasakan atmosfer sepakbola Indonesia pada musim 2005/2016.

Ia digaet Mitra Kukar dengan status bebas transfer setelah terakhir kali membela klub sepakbola Brazil, Uberaba Sport Club (MG). 

Arema FC lantas meminangnya dengan status yang juga bebas transfer setelah kontraknya bersama Mitra Kukar habis di Februari 2019 lalu.

Bermain di posisi bek tengah (Centre Back), pemain berpaspor Brazil ini menjadi tembok pertahanan yang cukup kokoh menjaga area pertahanan Persebaya Surabaya

2. Makan Konate, Gelandang kreatif satu ini bukan nama baru di kancah sepakbola tanah air. 

Pesepakbola berusia 27 tahun berkebangsaan Mali ini sebelumnya mempunyai peran luar biasa dalam mengawal permainan lini tengah Persib Bandung di musim 2014/2015 hingga 2015/2016.

Sempat berseragam klub liga Malaysia, Terengganu FC II di musim 2016/2017, ia akhirnya kembali ke atmosfer sepakbola tanah air setelah dipinang Sriwijaya FC dengan status bebas transfer di musim 2017/2018.

Baca: PREDIKSI Persebaya Vs Madura United Semifinal Piala Presiden 2019 Leg 1 dan Link Live Streaming

Baca: JADWAL Persija Jakarta Vs Ceres Negros, Macan Kemayoran Geber Latihan di Kandang Lawan

Musim ini, ia direkrut Arema FC dengan durasi kontrak hingga Desember 2019 nanti.

Dalam pertandingan sebelumnya, ia berperan besar bagi pesta kemenangan Arema FC atas Bhayangkara FC 4 gol tanpa balas.

Ia mengkreasikan 2 gol dan 1 assist dalam pertandingan tersebut yang mengantarkan Arema FC jdi tim ke tiga yang memastikan diri lolos ke babak semifinal Piala Presiden 2019

Ia kini juga dalam daftar perburuan tops skor Piala Presiden 2019 setelah dua golnya di laga terakhir kontra Bhayangkara FC membuatnya kini mengoleksi 3 gol. 

3. Robert Gladiador, Pesepakbola gaek 32 tahun dengan nama lengkap Robert Lima Guimarães ini adalah pemain dengan status kewarganegaraan Brazil. 

Bermain di posisi ujung tombak serangan, ia direkrut Arema FC dari klub liga Kuwait, Al-Shabab dengan status bebas transfer. 

Baca: 78 PNS di Sambas Masuki Masa Pensiun, Berikut Ungkapan Bupati Atbah

Baca: Hari Perdana, Sebanyak 41 SMA dan 3372 di Sintang Ikuti Pelaksanaan UNBK

Musim ini menjadi musim perdananya merasakan atmosfer sepakbola di Indonesia.

Menarik ditunggu aksinya di babak semifinal Piala Presiden nanti. 

Kalteng Putra : 

1. Rafael de Jesus Bonfim, Pemain yang biasa disapa Bonfim ini menjadi tembok kokoh yang mengawal area pertahan Kalteng Putra di gelaran Piala Presiden 2019.

Bersama pemain naturalisasi, OK John, Bonfim yang tercatat masih warga negara Brazil ini membuat pertahanan Kalteng Putra cukup diperhitungkan dalam kompetisi ini. 

Dalam pertandingan terakhir di babak 8 besar, kolaborasinya dengan OK John memaksa Persija Jakarta harus adu tos-tosan dan akhirnya tersingkir. 

Baca: MABM Damba Dukungan Pemkab Bangun Rumah Adat Melayu

Baca: Penghargaan Bagi Mohammad Natsir, MUI Usulkan 3 April Jadi Hari NKRI, Siapa Mohammad Natsir?

Piala Presiden 2019 sendiri menjadi event pertama yang membuat Bonfim merasakan hiruk pikuk suasana sepakbola di Indonesia.

Sebelum bermain untuk Kalteng Putra, karir mudanya dihabiskan dengan menapaki karir di liga kasta kedua Brazil. 

2. Hyun-goo Yoo, Pemain berpaspor Korea Selatan ini sudah cukup lama malang melintang di kancah sepakbola Indonesia.

2011, jadi musim perdananya tampil di kompetisi sepakbola Indonesia.

Semen Padang dan Sriwijaya FC jadi yang paling sering menggunakan jasanya.

Pada usia muda, ia dipercaya membela klub-klub liga utama Korea Selatan (K League 1).

Baca: Jorge Lorenzo Sebut Performanya di MotoGP Argentina 2019 Seperti Mimpi Buruk

Baca: Polda Kalbar Cipta Kondisi Jelang Pemilu, Didi : Kita Ingin Pemilu di Kalbar Berjalan Tenang

FC Pohang Steelers, Jeju United FC, dan Sangju Sangmu FC jadi beberapa klub liga teratas Korea Selatan yang pernah dibelanya. 

Meski sudah berusia 36 tahun, pria kelahiran Daegu, Korea Selatan ini masih diandalkan dan cukup diperhitungkan di sepakbola Indonesia.

Dalam pertandingan terakhir di Piala Presiden 2019 melawan Persija Jakarta, ia cukup efektif mengatur alur serangan dan ritme permainan Kalteng Putra sekaligus memutus serangan lawan. 

Ia masih menjadi daya tarik dalam setiap pertandingan Kalteng Putra dan terus diandalkan. 

3. Diogo Campos, Meski tak mencetak gol dalam waktu normal 2x45 menit di pertandingan terakhir babak 8 besar Piala Presiden 2019 kontra Persjia Jakarta, peran Diogo Campos pada akhirnya menjadi sangat krusial.

Momen itu terjadi saat ia mengambil penalti terakhir bagi Kalteng Putra dalam babak adu tos-tosan penentuan pemenang laga babak 8 besar Piala Presiden 2019 kontra Persija Jakarta.

Gol yang dibuatnya dalam pertandingan yang digelar di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat ini, Kamis (28/03/2019) memastikan kemenangan kalteng Putra serta memastikan tim asal Palangkaraya itu mengamankan satu tiket di putaran semifinal.

Diogo Campos sendiri sebenarnya bukanlah pemain sembarangan.

Pemain kelahiran Brazil, 31 Desember 1990 itu tercatat sudah punya pengalaman dan jam terbang bermain sepakbola mumpuni.

Situs Transfermakrt bahkan mencatat sebelum direkrut Kalteng Putra, pemain yang beroperasi di sisi lini serang terdepan ini pernah mencicipi kompetisi kasta teratas beberapa negara Eropa.

Baca: Tampilan Honda PCX 150 ABS Terbaru Makin Mentereng, Lihat Penampakannya

Baca: Borneo Expo Gandeng REI Kalbar Untuk Kegiatan Pameran Nasional

Setahun sebelum berseragam Kalteng Putra, Diogo Campos bermain di klub Botev Plovdiv, yang kini menjadi satu di antara tim di liga utama Bulgaria. 

Kalteng Putra menurut Transfermakrt harus menebus pemain berpaspor Brazil berusia 30 tahun ini dengan mahar 200 ribu euro atau senilai dengan uang sekitar Rp 3,2 miliar rupiah (Kurs euro Rp 16.042,- per rupiah). 

Merunut lebih ke tahun-tahun sebelumnya, Diogo Campos juga pernah membela klub yang sempat bermain di divisi teratas liga Prancis (League 1), FC Évian Thonon Gaillard.

FC Évian Thonon Gaillard sendiri memang sempat bermain di kasta teratas liga Prancis pada musim 2014/2015. 

Sementara Diogo Campos berseragam FC Évian Thonon Gaillard mulai Januari 2013 sampai Juni 2013 dengan status pinjaman dari klub divisi dua Brazil, AC Goianiense. 

Selain dua klub Eropa itu, karir Diogo Campos dicatat Transfermakrt lebih banyak dihabiskan di klub divisi 2 liga Brazil macam Botafogo FC, AC Goianiense, dan juga Esporte Clube Água Santa. 

Bergabungnya Diogo Campos ke Kalteng Putra di musim ini menjadi kesempatan pertama pemain berpaspor Brazil itu merasakan atmosfer sepakbola di Indonesia.

Baca: PREDIKSI Persebaya Vs Persikabo Perempat Final Piala Presiden 2019, Line Up, Skor dan Live Streaming

Baca: VIDEO: Cuplikan Gol Kontroversial Patrich Wanggai Vs Bruno Matos di Piala Presiden 2019

Aksinya patut ditunggu sebab berpotensi menjadi kejutan di persaingan kasta teratas kompetisi sepakbola Indonesia, Liga 1 musim ini. 

Memang sebelum bermain di Kalteng Putra, tak banyak kesempatan yang didapatkan Diogo Campos bermain di lapangan hijau pada laga kompetitif.

Saat masih membela Botev Plovdiv, ia tercatat hanya bermain 12 kali dengan 30 di antaranya dari starting line up, dan tanpa kontribusi satu gol pun.

Namun dengan latar belakangnya yang ditempa di negara sepakbola macam Brazil, pemain satu ini tetap bukan pesepakbola sembarangan dan perlu diwaspadai. 

Madura United : 

1. Jaimerson da Silva Papa (Jaime), Jaime adalah satu di antara pemain andalan Madura United untuk mengamankan area pertahananan. 

Pemain berkewarganegaraan Brazil yang fasih bermain sebagai bek tengah (centre back-CB) itu direkrut dari Persija Jakarta dengan status pinjaman pada Februari 2019 lalu.

Pemain satu ini menurut situs Transfermarkt memiliki nilai pasar yang cukup tinggi di kisaran 600 ribu euro atau setara Rp 9,6 miliar. 

Harga tersebut agaknya cukup merepresentasikan kualitasnya bermain di atas lapangan dalam menggagalkan serangan dan peluang lawan dalam mencetak gol. 

Wajar saja, mengingat pada 2014 lalu ia sempat dipercaya membela klub liga teratas Portugal (Liga NOS), CD Nacional. 

Di usianya yang kini masuk 29 tahun, pemain jangkung berpostur 1,83 meter itu tetap menjadi pemain bertahan yang diperhitungkan. 

2. Dane Milovanovic,  - Gelandang bertahan 29 tahun berkewarganegaraan Australia ini menjadi rekrutan yang 'setia' kepada Madura United.

Ia pertama kali didatangkan ke squad Laskah Sappeh Kerrab pada musim 2015/2016. 

Pesepakbola yang juga memiliki darah Serbia itu masih setia berseragam Madura United

Perannya di lini tengah cukup krusial memutus serangan lawan sekaligus membangun serangan. 

Ia dipercaya di Madura United dengan kontrak hingga 2020 nanti. 

3. Zah Rahan Krangar, Pemain berkewarganegaraan Liberia yang beroperasi di lini tengah ini dikenal sebagai gelandang energik nan kreatif. 

Berusia 34 tahun, pemain ini terbilang sudah cukup lama makan 'asam garam' di sepakbola Indonesia.

Pertama kali menginjakkan kaki ke klub sepakbola Indonesia pada musim 2004/2005 di klub Persekabpas Pasuruan. 

Ia didatangkan dari klub liga Kamerun, Racing Bafoussam.

Baca: Belum Semua SMA di Sintang UNBK Secara Mandiri, Ini Penjelasan dan Upaya Bupati Jarot

Baca: Momen April Mop! Google Rilis Software Pendeteksi dan Pembersih Noda di Layar Ponsel ?

Setelah itu, ia malang melintang di sepakbola Indonesia.

Persipura dan Sriwijaya FC tercatat yang cukup lama menggunakan jasanya.

Kini, gelandang serang kreatif ini memperkuat Madura United dan akan bersaing di babak semifinal untuk memperebutkan tiket ke babak final nanti. 

4. Aleksandar Rakic, Penyerang jangkung asal Serbia ini direkrut Madura United pada Januari 2019 lalu dengan status bebas transfer, setelah musim sebelumnya membela Tira Persikabo. 

Catatan karirnya memang tidak terlalu mentereng, di mana ia 'hanya' pernah membela klub Liga India, Chennai City.

Ia juga pernah bermain untuk klub divisi 2 Liga Israel, Hapoel Marmorek di musim 2017/2019. 

Tapi dalam pertandingan terakhir di babak 8 besar Piala Presiden kontra Persela Lamongan, ia termasuk pemain yang mencetak gol untuk memastikan kemenangan Madura United

Visi bermain dan juga penempatan posisinya yang baik menjadikannya predator yang cukup membahayakan lawan di kotak 15 pas. 

Sayang, benturan keras beberapa menit sebelum laga tuntas membuatnya harus keluar lapangan dengan mobil ambulans. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved