Belum Semua SMA di Sintang UNBK Secara Mandiri, Ini Penjelasan dan Upaya Bupati Jarot
Apakah kita boleh hibah belanja barangnya di dinas provinsi nanti kita bahas sama-sama
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
Belum Semua SMA di Sintang UNBK Secara Mandiri, Ini Penjelasan dan Upaya Bupati Jarot
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Bupati Sintang, Jarot Winarno memimpin Monitoring Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tingkat SMA/MA di Kabupaten Sintang dengan mengunjungi beberapa sekolah di Kabupaten Sintang, Senin (1/4/2019) pagi.
Menurut Jarot, meskipun semua SMA Sederajat di Kabupaten Sintang yaitu sebanyak 41 sekolah melaksanakan UNBK, namun tidak semuanya memiliki sarana dan prasarana UNBK yang memadai, terutama yang di kecamatan.
"Hari ini kita terlambat datang ke SMKN 1 Sintang, sebenarnya ada tiga sekolah yang digabungkan di sana karena tidak punya sarana prasarana. Sementara seperti itu, kita harap ke depan semua bisa mandiri," ujar Jarot Winarno.
Adapun beberapa sekolah yang dikunjungi pada hari pertama UNBK ini adalah SMA Panca Setya Sintang, MAN 1 Sintang, dan terakhir SMA Negeri 1 Sintang. Semua sekolah yang dikunjungi melaksanakan UNBK tanpa hambatan.
Namun Jarot menyampaikan bahwa untuk di Kecamatan Sepauk, dirinya menerima laporan bahwa ada sedikit gangguan dalam pelaksanaan UNBK di sana. Gangguan tersebut dari listrik yang padam sehingga sempat menghambat.
"Ini menjadi pelajaran buat kita, perhatian dari sektor terkait seperti Telkomsel lalu PLN untuk bersama-sama mensukseskan ujian nasional berbasis komputer ini sehingga jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini," ungkapnya.
Baca: Bawaslu Sekadau Fasilitasi Pengawasan Partisipatif dan Akreditasi Pemantau Pemilu
Baca: Nikmati Nasi Kuning di Rumah Makan Sarapan Pagi
Menurutnya ke depan perlu ada perbaikan, perlu ada ada inovasi dan terobosan untuk memenuhi laboratorium komputer yang ada di SMA/SMK. Karena selain untuk UNBK, juga untuk kegiatan proses belajar lainnya di sekolah.
"Jadi rata-rata mereka mintanya itu, sampai terakhir kita tidak ada solusi. Apakah kita boleh hibah belanja barangnya di dinas provinsi nanti kita bahas sama-sama. Kasihan mereka yang belum punya sarana prasarana," jelasnya.
Jarot juga sedikit mengkritik mengenai ketetapan secara nasional bahwa pelaksanaan UNBK tahun 2019 ini tidak langsung berurutan, yaitu 1, 2, 4, dan 8 April. Artinya ada selang satu sampai tiga hari untuk ke pelaksanaan UNBK selanjutnya.
"Kalau ujiannya tidak berketerusan seperti ini tentu mengganggu konsentrasi anak-anak. Kemudian menyulitkan yang ada di pedalaman yang akhirnya biaya mereka, transport, makan minum, nginap di Sintang jadi lebih besar," tutupnya.