Tim Wasev Mabes TNI AD Puji Dandim Mempawah Pada Pelaksanaan TMMD di Desa Sekais
Kolonel Inf Bambang Sulistyantoro dari Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD, memuji Dandim 1201/Mph Letkol Arm Anom Wirasunu
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Madrosid
Tim Wasev Mabes TNI AD Puji Dandim Mempawah Pada Pelaksanaan TMMD di Desa Sekais
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kolonel Inf Bambang Sulistyantoro dari Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD, memuji Dandim 1201/Mph Letkol Arm Anom Wirasunu selaku Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 Kodim 1201/Mph di Desa Sekais, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak.
"Saya salut dengan Pak Dandim, yang bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan pada kegiatan TMMD meski medannya itu sangat sulit," ujar Bambang saat hadir di lokasi TMMD ke 104 Kodim 1201/Mph di Desa Sekais, Kecamatan Jelimpo pada Kamis (21/3/2019).
Untuk diketahui, selain Kolonel Inf Bambang, hadir Letkol Inf Marwan yang juga dari Tim Wasev Mabes TNI AD. Kedatangan Tim Wasev ke Desa Sekais turut didampinggi Kasiter Korem 121/Abw Kolonel Inf Nyamin, Sekda Landak Vinsensius.
Baca: Syahdan Aziz Ungkap Insentif Yang Diterima Guru Sekolah Swasta di Kota Pontianak
Baca: Hadapi Kampanye Rapat Umum, Bawaslu Mempawah Ingatkan Peserta Pemilu Agar Taati Aturan
Baca: Kodim 1201 Mempawah Gelar Sunatan Massal Saat TMMD di Desa Sekais
Baca: Perombakan Kepala Dinas, Dewan Harap Bupati Tempatkan Orang Berkompeten
Saat pengarahan, Kolonel Inf Bambang mengucapkan terimah kasih atas dukungan semua komponen baik Pemerintahan mau pun masyarakat yang turut membantu dan mensukseskan program TMMD.
Dijelaskan Kolonel Inf Bambang, program TMMD sudah berjalan selama 39 tahun. Dimulai sejak tahun 1980 yang dahulu dinamakan AMD atau Abri Masuk Desa, dan seiring waktu berjalan sekarang dinamai TMMD.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan TMMD lebih berfokus di pedesaan. Karna desa mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan, dan sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal di pedesaan.
"Desa merupakan peran penting di dalam Pemerintahan Negara, desa merupakan pertahanan terakhir dalam pertahanan negara," kata Bambang.
Ia juga memaparkan hitungan total capaian hasil kerja TMMD di seluruh Indonesia. "Kita dari pusat, program Dandim perlu ditinjau dan evaluasi. Melihat pekerjaan itu selesai atau tidak, baik fisik mau pun non fisiknya," jelas Bambang.
Diakuinya, untuk pekerjaan fisik sudah ditinjau dan ada beberapa yang perlu finishing. Sedangkan kegiatan-kegiatan secara non fisik, kerjsama dengan beberapa pihak termasuk dinas kesehatan untuk masyarakat agar terpadu juga sukses dilaksanakan.
"Kemanunggalan antara tentara dan mayarakat itu yang kita harapkan. Sebab gotong royong saat ini sudah mulai bubar. Dengan adanya ini, mudah-mudahan masyarakat bisa diajak gotong royong dan menikmati kebersamaan dan saling membantu," bebernya.
Mengenai pekerjaan fisik, Bambang menilai ada beberapa jembatan yang belum ada sayap. "Itu harus dipasang agar tidak amblas. Kalau saya lihat 95 persen sudah, waktu yang tinggal berapa hari ini mudah-mudahan selesai dan 100 persen tercapai," harapnya.
Sebelumnya Tim Wasev melakukan peninjauan dan pengcekan ke pekerjaan fisik TMMD, serta memantau pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) berupa pengobatan gratis dan sunatan massal.
Baca: Jelang Kampanye Rapat Umum, KPU Mmepawah Harapkan Peserta Pemilu Ikuti SOP dan Aturan
Baca: KPU Mempawah Siapkan Konsep Jadwal Kampanye Rapat Umum
Baca: Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Sintang Undang Pelajar, Mahasiswa dan Komunitas
Sementara itu, Dandim 1201/Mph Letkol Arm Anom Wirasunu ketika pemaparan menyampaikan karakteristik dan demografi wilayah Desa Sekais. Serta menerangkan capaian hasil kerja yang menurutnya sudah pada tahap penyelesain akhir.
Dandim menyebutkan, program kerja yang bersifat fisik mau pun non fisik menurutnya sudah berjalan sesuai target. Dikatakannya, kegiatan TMMD di Desa Sekais sudah bejalan selama tiga pekan dan tanggal 27 Maret akan berakhir.