Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Sintang Undang Pelajar, Mahasiswa dan Komunitas

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang menggelar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Kabupaten Sintang

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang menggelar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Kabupaten Sintang dan Pelantikan Pengurus Asosiasi Museum Indonesia Daerah (Amida) Kalimantan Periode 2019-2024 di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (21/3/2019) pagi. 

Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Sintang Undang Pelajar, Mahasiswa dan Komunitas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang menggelar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Kabupaten Sintang dan Pelantikan Pengurus Asosiasi Museum Indonesia Daerah (Amida) Kalimantan Periode 2019-2024 di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (21/3/2019) pagi.

Peserta kegiatan adalah para pengurus OSIS SMA/SMK dari 17 sekolah yang berjumlah 85 orang siswa, Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 6 perguruan tinggi di Sintang sebanyak 18 orang, dan Komunitas Film Sintang (Kofsi) sebanyak 5 orang.

Baca: Karyawan JYP Menyebut Tampilan YouTube YG Palsu & Prestasi BLACKPINK Seperti tidak Berguna

Baca: Kalbar Masuki Kemarau, Prediksi BMKG: 2 Hari Tak Turun Hujan, Sutarmidji Ancam Perusahaan Sawit

Baca: Bacaan Niat Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh 13, 14, 15 Bulan Rajab! Berikut Arti, Kajian hingga Dalilnya

Baca: Parsial ke 8 Untan Usung Tema Solidaritas ARTivis Menginspirasi Dunia

Ketua Panitia Kegiatan yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Sintang, Lindra Azmar bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai sarana edukasi kepada generasi muda pada khususnya dan masyarakat Sintang pada umumnya.

"Kita bekali peserta tentang bagaimana cara membekali diri dengan keterampilan sensorik terhadap tayangan-tayangan yang tidak seharusnya ditonton. Lalu melantik pengurus Amida Kalimantan yang terpilih dari musyawarah wilayah museum Kalimantan," katanya.

Lanjutnya bahwa dengan kegiatan ini, diharapkan kemampuan sensor yang ada pada diri sendiri maka akan meminimalisir pengaruh negatif. Jika budaya sensor mandiri terbentuk, masyarakat menonton film memiliki landasan tantangan bagaimana cara melakukan sensor mandiri.

"Apabila ini bisa berjalan dengan baik, kendati konvergensi media terus berkembang semakin cepat, itu semua tidak akan berdampak apa-apa pada masyarakat yang telah memiliki kesadaran pribadi untuk melakukan sensor untuk dirinya sendiri," pungkas Lindra Azmar.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved