Kisah Tahanan Polsek Pontianak Barat Putuskan Jadi Muallaf: Dituntun Ustadz Luqman Bersyahadat
Kisah Tahanan Polsek Pontianak Barat Putuskan Jadi Muallaf: Dituntun Ustadz Luqman Bersyahadat
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Nasaruddin
Selanjutnya Andi membuat janji dengan Ustaz Luqman setelah Isya, agar bisa menuntun Rajab bersyahadat.
"Sebelum syahadat, sekitar 4 orang terlebih dahulu memberikan gambaran tentang Islam. Seperti rukun Islam, rukun Iman, halal haram dan sebagainya, setelah itu dibimbing buat mengucapkan dua kalimat syahadat," kata Andi.
Usai bersyahadat, Rajab mendapat penjelasan mengenai namanya, Hisar. Dari penjelasan ustaz, arti nama itu adalah orang yang merugi.
"Ustaz kemudian menawarkan, bagaimana kalau diganti kata ustaz, terus yang mau masuk Islam ini mengiyakan, digantilah jadi Muhammad Rajab," terangnya.
Andi ikut merasa bertanggungjawab dan turut membimbing Muhammad Rajab tentang keislaman.
"Saya ajarkan cara berwudhu. Saya bekali buku tuntunan shalat. Jangan sampai sudah mualaf malah tidak tahu apa-apa," ujarnya.
Andi menjelaskan, di Polsek Pontianak Barat ada Majelis Taklim harian khusus untuk tahanan.
Selain itu juga ada program tausiyah terhadap tahanan yang ditetapkan setiap Sabtu sore.
Di mana program tersebut sudah mulai sekitar Desember semasa Kompol Bermawis masih menjabat sebagai Kapolsek.
"Awal mulanya tahanan banyak menghabiskan waktu tidur-tiduran, ribut tidak jelas. Dengan adanya program Kapolsek ini, Alhamdulilah tahanan mulai mengenal salat yang awalnya tidak salat jadi salat," tuturnya.
Tahanan juga dikasi buku taklim, mereka diajarkan membuat majelis taklim di dalam sel. Bahkan ada juga yang mengamalkan puasa Senin-Kamis.
"Di sel itu ada taklim harian. Jadi dia bergantian, sama seperti di Masjid, kita bekali buku yang isinya firman Allah dan hadist Rasulullah, ada juga kisah sahabat, setelah sholat isya mereka membacanya bergantian, jadi semua tahanan merasakan," ungkapnya.
Menambahkan penjelasan dari Bripka Andi, Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Abdullah mengatakan, kedepan mereka akan membuat program rohani untuk semua tahanan.
"Kedepan kita akan terus membina kerohanian tahanan disini, kebetulan mayoritas agama Islam jadi tausiyah dulu, nanti akan ada program kepada mereka yang non Muslim," pungkasnya.