Kisah Tahanan Polsek Pontianak Barat Putuskan Jadi Muallaf: Dituntun Ustadz Luqman Bersyahadat

Kisah Tahanan Polsek Pontianak Barat Putuskan Jadi Muallaf: Dituntun Ustadz Luqman Bersyahadat

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Nasaruddin
Youtube
Kisah Tahanan Polsek Pontianak Barat Putuskan Jadi Muallaf: Dituntun Ustadz Luqman Bersyahadat 

"Sekarang hidup saya terasa lebih terarah," ucapnya.

Selama di tahanan Muhammad Rajab diajari tentang Islam oleh teman-temannya.

"Sampai hari ini, saya sudah belajar sedikit-sedikit tentang Islam, seperti sholat dan mengaji, yang mengajari saya teman-teman yang ada di tahanan," paparnya.

Ia mengaku tersandung kasus penggelapan, dimana ia menggadaikan satu unit laptop milik bos tempat dia bekerja.

"Saya sebelumnya tidak mengenal Islam, baru-baru ini semenjak melihat teman-teman saya di tahanan lah saya merasa mendapat hidayah," ungkapnya.

"Kedua orangtua saya Islam, adik bapak saya dan adik mamak saya juga ada yang beragama Islam," ujarnya.

Muhammad Rajab mengaku lima bersaudara dan saudara kandungnya hanya dia yang masuk Islam.

"Semenjak saya disini, saya lihat cara-cara islam itu indah, bisa membuat hati saya tenang," katanya.

Ia mengaku selama beragama Islam, sudah mengikuti Tausiyah beberapa kali.

"Saya sudah beberapa kali mengikuti tausiyah, saya harap saya bisa istiqomah mempertahankan keislaman saya. Saya akan terus belajar tentang Islam pelan-pelan," pungkasnya. 

Bamin Reskrim dan Batahti Polsek Pontianak Barat, Bripka Andi Rahadian, sempat kaget saat Muhammad Rajab menyatakan niatnya memeluk Islam.

"Sabtu kemarin, setelah ustaz menyampaikan tausiah, ada seorang tahanan menyampaikan ke saya, pak ada yang mau masuk Islam. Saya terkejut. Kemudian saya tanya kapan mau masuk Islam? Apakah ada paksaan atau tidak?," cerita Andi.

Andi mengatakan, Rajab menegaskan tak ada yang memaksanya masuk Islam. Keinginan itu benar-benar tulus datang dari hatinya.

Muhammad Rajab juga sempat mengaku kepada Andi bahwa saat melihat teman-teman di dalam selnya shalat, dia merasa tenang, damai, jadi pengen ikut.

"Karena mungkin kehidupan sehari-hari nya tidak teratur, jauh dari agamanya. Kemudian melihat teman-teman di dalam sel shalat, mulai ada rasa damai. Kemudian disampaikan ke tahanan lain baha ia mau menjadi Muslim," papar Bripka Andi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved