Pro dan Kontra Perayaan Cap Go Meh Pontianak 2019, Begini Respons Pemerintah dan Politisi
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menanggapi usulan dua Ormas untuk tidak mengeluarkan izin perayaan Cap Go Meh 2570 di Kota Pontianak...
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
Termasuk perayaan Cap Go Meh. Menurut Edi Rusdi kamtono sebetulnya penolakan tak perlu digaungkan.
Ia mengajak semua pihak untuk menjaga keharmonisan yang ada di Pontianak selama ini.
"Justru kita mau menunjukkan pada masyarakat luas, masyarakat Indonesia, bahwa Pontianak adalah kota yang harmonis, aman, damai, sentosa," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.
Hal itu ia tegaskan saat diwawancarai seusai pelantikan dirinya mengisi sisa masa jabatan Wali Kota Pontianak periode 2013-2018, oleh Gubernur Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur, Senin (19/11/2018).
Ia melakukan komunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, karena selaku penyelenggara Pemilu.
Edi Rusdi Kamtono menyakinkan selama ini, harmoniasi di Kota Pontianak berjalan baik.
Baca: Ucapkan Selamat Hari Jadi Kota Pontianak Ke-247, Ini Komitmen Pembangunan Edi Rusdi Kamtono
Baca: Ramai Kepala Daerah Dukung Capres, Begini Tanggapan Edi Rusdi Kamtono
Bahkan saat pelaksanaan Pilkada serentak dan pesta demokrasi lainnya.
"Pesta demokrasi apapun di Kota Pontianak, boleh diselenggarakan dan tidak ada masalah. Setelah beberapa kali pesta demokrasi tidak ada masalah," ucapnya.
Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat Pontianak untuk menunjukkan bahwa Pontianak adalah kota yang majemuk dan toleran.
"Mari kita tunjukkan pada masyarakat luas bahwa Pontianak adalah warganya yang toleran. Saya akan koordinasi dengan pihak kepolisian, Kodim dan lainnya bagaimana baik nantinya," ucap Edi.
Ia menegaskan akan mengkaji terlebih dahulu perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak 2019 mendatang.

Kemudian Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Syarif Saleh menuturkan pihaknya masih melakukan rapat membahas perayaan Cap Go Meh 2570 Imlek, Edi Februari 2019 mendatang.
Perayaan Cap Go Meh menurutnya merupakan tradisi setiap tahunnya, terlebih menjadi ajang Pemkot Pontianak mempromosikan daerah.
Syarif Saleh menegaskan tak perlu ada penolakan dari masyarakat, ia akan mengajak semua pihak untuk duduk satu meja.
Ia menuturkan memang pemerintah adalah pihak yang memfasilitasi dan kepanitiaan dari etnis Tionghoa.