Tewas Dibacok

6 Fakta Pembacokan Berujung Kematian di Pontianak Timur, Nomor 3 Mengerikan

Pengendara, anak-anak hingga dewasa bahkan pria berseragam polisi melihat Lojeng berjuang menahan sakit di bagian tubuhnya.

6 Fakta Pembacokan Berujung Kematian di Pontianak Timur, Nomor 3 Mengerikan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kanit Jatanras Iptu Suryadi menggiring Alex satu diantara tiga tersangka pembacokan di Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/7/2017) siang. Satu orang meninggal dunia dan satu orang kritis akibat pembacokan yang dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Rekan korban dalam kondisi luka di bagian tangan dan lengan sebelah kiri, akibat bacokan senjata tajam dan mendapat perawatan di Rumah Sakit.

Kasat mengatakan berdasarkan keterangan dari saksi dan para pelaku yang dengan cepat dibekuk, bahwa kejadian bermula rekan tersangka dikeroyok oleh Korban.

Akhirnya tersangka mencari korban sebagai pelaku pengeroyokan.

Pada saat di TKP di Jalan TanJung Raya I, korban bertemu Al dan HM.

"Saat di TKP terjadi keributan, korban ditabrak saudara HR alias Boy dengan mobil dari belakang. Saat terjatuh dilakukan pembacokan oleh tersangka mengenai leher, dada dan perut," Ujarnya.

4. Tangkap Pelaku

Alex (kaos hitam) satu diantara tiga tersangka pembacokan diperiksa penyidik di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/7/2017) siang. Satu orang meninggal dunia dan satu orang kritis akibat pembacokan yang dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Alex (kaos hitam) satu diantara tiga tersangka pembacokan diperiksa penyidik di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/7/2017) siang. Satu orang meninggal dunia dan satu orang kritis akibat pembacokan yang dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Kasat mengatakan mendapati laporan pihaknya dibantu Polsek Timur, melacak keberadaan pelaku yang berjumlah tiga orang dan berhasil diamankan di kediaman masing-masing.

"Pelaku sudah diamankan 3 orang kejadian sekitar pukul 06.30 pelaku diamankan pukul 10 pagi," bebernya.

5. Gadai Ponsel

Kasat Reskrim Kompol Husni Ramli mengatakan, motif pembacokan diawali persoalan gadai ponsel antara Saparudin alias Lojeng dengan pelaku.

Saat barang gadaian tersebut akan ditebus, ternyata korban memindahtangankan.

Akhirnya rekan pelaku tidak terima, dan mendatangi korban. Korban mengeroyok rekan pelaku.

"Para pelaku tidak terima rekannya dikeroyok, kemudian membalas dan berujung kematian Lojeng," jelasnya.

Korban kehabisan darah akibat luka bacokan di tubuh.

Korban tidak sempat melakukan perlawanan lantaran telah ditabrak dari belakang oleh, HR alias Boy.

Kasus ini terus didalami unit Jatanras Polresta Pontianak.

"Pasal yang disangkakan yakni 338 untuk pasal 170, masih pengembangan pada pasal 340 KUHP," kata Kasat.

6. Barang Bukti

Warga Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), tidak pernah menduga akan ada perkelahian berujung kematian Saparudin atau Lojeng (40).

Lojeng sebenarnya sempat berjuang melawan kematian di tempat kejadian perkara (TKP). Tapi beberapa saat kemudian ajal menjemput.

Tidak jauh dari tempat Lojeng tergeletak, ada sebuah benda mirip senjata api jenis revolver. 

Senjata tersebut menjadi barang bukti bersama 2 bilah senjata tajam dan dua unit ponsel.

Dalam pengembangannya, polisi menetapkan total 4 tersangka.

Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved