Tewas Dibacok

6 Fakta Pembacokan Berujung Kematian di Pontianak Timur, Nomor 3 Mengerikan

Pengendara, anak-anak hingga dewasa bahkan pria berseragam polisi melihat Lojeng berjuang menahan sakit di bagian tubuhnya.

6 Fakta Pembacokan Berujung Kematian di Pontianak Timur, Nomor 3 Mengerikan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kanit Jatanras Iptu Suryadi menggiring Alex satu diantara tiga tersangka pembacokan di Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/7/2017) siang. Satu orang meninggal dunia dan satu orang kritis akibat pembacokan yang dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Berikut ini 6 fakta kasus perkelahian berujung kematian Lojeng: 

1. Aksi Kejar-kejaran

Korban Saparudin atau Lojeng bersama rekannya Sidik (28), warga Kampung Beting, Tanjung Raya 1 Kecamatan Pontianak Timur yang mengalami luka bacok di tangan kiri.

Dua orang tersebut terlibat perkelahian dengan AL (40)  warga Gang Angket, Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur serta dua rekannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum perkelahian antara korban dan pelaku sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

Pelaku menggunakan kendaraan roda 4 dari daerah Pontianak Selatan (sekitar Jalan Gajahmada).

Setibanya di depan Mini Market Tanjung Raya 1, sekitar pukul 06.05 WIB, pelaku menabrak kendaraan kedua korban. Korban terjatuh, kemudian pelaku keluar dari mobil membawa senjata tajam (samurai). Perkelahian pun terjadi.

Lojeng menderita luka bacok dibagian perut dan sidik luka bacok dibagian tangan kiri.

Baca: Video Korban Pembacokan Tergeletak di Jalan Raya Pontianak Timur Viral di Medsos

2. Bawa Korban ke RS

Halaman
1234
Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved