Ini Berita Kalbar Yang Terbit Rabu
Mereka berteriak, menyatakan ketidakpuasana terhadap nelayan sekitar yang melakukan penangkapan kapal.
"Sejauh ini, kami merasa kehilangan induk karena untuk koordinasi dengan Pemprov Kalbar hampir tidak ada sama sekali. Termasuk dukungan pembiayaan atau dukungan lainnya," kata Sekda Kayong Utara, Hilaria Yusnani, kepada rombongan DPRD Kalbar, Senin (3/10).
DPDR Kalbar memang meninjau langsung persiapan Sail Karimata 2016. Hilaria secara terbuka juga menyampaikan minimnya kunjungan pejabat dari Pemprov Kalbar.
Padahal menurutnya, Sail Karimata bukan milik Kayong Utara, namun tuan rumah sail adalah Kalbar.
Sejatinya menurut dia, peran pemrov harus lebih besar, karena Kayong Utara hanya ditunjuk menjadi lokasi acara puncak.
"Koordinasi kami terakhir dengan provinsi yaitu ada kewajiban kami menyediakan stan pameran untuk UMKM. Antara lain untuk kuliner. Kita sudah beberapa kali, bahkan per surat juga menyampaikan kepada Pemprov Kalbar untuk melakukan koordinasi pengisian stan-stan tersebut tapi kami belum mendapatkan jawaban," papar Hilaria.
Tidak hanya itu, Hilaria juga menyinggung janji Pemprov yang ingin merehabilitasi jalan-jalan yang ada. Namun, hingga saat ini janji tersebut tidak terealisasi.
Padahal waktu pelaksanaan Sail Karimata kian singkat. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (5/10/2016).(*) --
Bekraf dan Bukalapak Berbagai Strategi Jualan Online
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Pelatihan Usaha Ekonomi Kreatif dengan menggandeng situs jual beli online Bukalapak di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (4/10).
Bukalapak pun buka rahasia, peluang, dan kunci sukses.
Head of Business Partner Bukalapak, Rahmat Danu Andika, mengatakan Bukalapak menjadi pasar online terbesar di Indonesia.
Mekanismenya adalah konsumen ke konsumen. Saat ini, Bukalapak mememiliki 1,2 juta pelapak, sebutan untuk pedagang, yang merupakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Bukalapak sendiri berdiri sejak 2010. Dalam sehari, situs ini mendapat 4 juta kunjungan. Meski menolak merinci berapa jumlah transaksi per hari, Danu bisa memastikan ada ratusan ribu transaksi per hari.
Untuk pertumbuhan pendapatan, Danu mengatakan tumbuh hingga tujuh kali lipat. Dengan pertumbuhan pelapak tahun lalu, dua kali lipat. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (5/10/2016).(*) --
177 Penyuluh Pertanian Tes CPNS