Ini Berita Kalbar Yang Terbit Rabu
Mereka berteriak, menyatakan ketidakpuasana terhadap nelayan sekitar yang melakukan penangkapan kapal.
Pelabuhan Kuala Mempawah Memanas
MEMPAWAH, TRIBUN -Ratusan nelayan pukat trawl berserta kerabat mendatangi Pelabuhan Kuala, Selasa (4/10) sore.
Mereka protes penangkapan kapal trawl oleh nelayan sekitar dan menyebabkan seorang nelayan trawl hilang lantaran menceburkan diri ke laut saat penangkapan itu.
Nelayan trawl yang berasal dari Keluarahan Sungai Pinyuh, Desa Sungai Bakau Besar Laut, dan Desa Sungai Bakau Kecil
ini datang menggunakan sejumlah kendaraan roda empat, baik truk maupun pikap.
Mereka berteriak, menyatakan ketidakpuasana terhadap nelayan sekitar yang melakukan penangkapan kapal dan mendesak aparat hukum agar menindak secara hukum pelaku penangkapan kerabat mereka.
Kedatangan massa nelayan trawl ini membuat situasi Pelabuhan Kuala memanas.
"Mengapa harus ada tahan kapal segala, apalagi warga kami sampai hilang ke laut," teriak seorang nelayan trawl.
Menurut mereka hilangnya seorang kerabat yang bernama Suryadi di laut sangat menyisakan duka yang dalam.
Suryadi hilang dan diduga terjun ke laut saat peristiwa penangkapan dua kapal trawl oleh sejumlah nelayan tradisional Kuala.
Saat itulah, ketika massa nelayan trawl masuk ke pelabuhan Kuala dan bertemu beberapa nelayan tradisional, terjadilah adu jotos. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (5/10/2016).(*) --
Anggota DPRD Kalbar Terkejut
PONTIANAK, TRIBUN -Dalam hitungan hari, Sail Karimata 2016, bakal digelar di Kayong Utara. Tepatnya, pada 15 Oktober 2016.
Namun begitu, masih ditemui sejumlah kendala dan hambatan yang berpotensi mengganggu jalannya event nasional ini.
Di tengah segala keterbatasan, Pemkab Kayong Utara, menggaungkan nada optimisme mereka bakal sukses menggelar event yang bakal dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.