Gubernur Sutarmidji Tak Akan Pertahankan Pejabat Pemprov Bermasalah

"Udahlah daripada pusing-pusing istirahatlah dulu sampai prosesnya selesai. Daripada kerjanya tak tentu-tentu dan datang terlambat," ujarnya.

Gubernur Sutarmidji Tak Akan Pertahankan Pejabat Pemprov Bermasalah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalbar Sutarmidji 

Gubernur Sutarmidji Tak Akan Pertahankan Pejabat Pemprov Bermasalah

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan jika sudah ada pejabat di lingkungan pemprov yang harus mengembalikan uang atau sudah dipanggil oleh institusi pemeriksa keuangan, disarankannya untuk istirahat saja terlebih dahulu.

Pejabat seperti itu, ditegaskanya tak akan dipertahankan.

"Udahlah daripada pusing-pusing istirahatlah dulu sampai prosesnya selesai. Daripada kerjanya tak tentu-tentu dan datang terlambat," ujarnya.

Ia juga mengatakan saat ini pemprov telah melakukan proses open biding terhadap delapan jabatan pimpinan tingggi pratama.

Baca: Gubernur Sutarmidji Istirahatkan Pejabat Bermasalah di Pemprov, 10 Kepala OPD Minta Pensiun Dini

Baca: Lantik Direktur RSUD Soedarso dan Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong, Ini Harapan Sutarmidji

"Yang sekarang ini kita mau lakukan open biding ada delapan jabatan. Berikutnya akan ada juga roling ada enam jabatan dan akan dilakukan lagi open biding empat jabatan," ujarnya.

Sebelumnya Pemprov juga telah menyelesaikan open biding untuk jabatan Sekda Provinsi Kalbar dan telah menyerhakan tiga nama ke Kemendagri untuk meminta persetujuan dari Presiden RI.

Midji menuturkan pihaknya masih Surat Keputusan (SK) Presiden terkait penetapan Sekda defenitif dari tiga kandidat tersebut pun belum juga turun.

"Penentu akhir itu kan presiden. Kita tunggu saja," ujarnya.

Baca: Perombakan Pejabat OPD Pemprov Kalbar, Ermin Elviani Nilai Jadi Kewenangan Penuh Gubernur

Baca: 8 Bulan Midji Jabat Gubernur Kalbar, 10 Pejabat Pemprov Mengundurkan Diri Hingga Pensiun Dini

Lebih lanjut, Midji memaparkan belum turunnya ketetapan dari Kemendagri soal nama sekda Kalbar defenitif lantaran terdapat juga usulan untuk Jabatan eselon I yang menunggu SK penetapan dari Presiden RI

"Katenye si ada tiga puluan atau dua puluan, esolon satu (juga menunggu SK Presiden)" ujarnya.

Kendati demikian pihaknya tak terlalu khawatir. Karena nama-nama calon Sekda yang diajukan tersebut telah melalui proses open bidding. Sehingga, sekarang hanya tinggal menuggu penetapan saja. (dan)

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved