TOPIK
Pontianak Timur Heboh
-
Farida, menceritakan kisah dibalik meninggalnya sang cucu yang diasuhnya tersebut.
-
Bahkan, ada pula warga yang menggunakan mesin kompresor untuk membantu proses penyelaman dalam mencari Nadin.
-
Setelah sadar bahwa korban tidak ada dirumah, Sanusi menyebut mereka langsung mencari kesana kemari, tapi tidak ditemukan.
-
Korban di temukan oleh penyelam tradisional yang melakukan penyelaman dengan alat sekedarnya sejak pagi tadi.
-
Lalu, sekira pukul 13.00 warga yang menyelam menemukan korban didalam parit dalam kondisi tak bergerak.
-
Seorang bocah bernama, Fahiza Rusyda Andien atau dipanggil, Nadin ditemukan tewas pada saluran didepan rumahnya yang terletak di Gang Bhakti.
-
Lanjut disampaikannya bahwa dirinya sadar kalau cucunya yang menjadi korban tidak ada didalam rumah sekitar pukul 10.00 WIB.
-
Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar 20 menit setelah dilakukan tindakan medis di RS Yarsi
-
Sebelum ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, Nadin diduga tercebur di depan parit rumahnya.
-
Ketua RT Beberkan Kedalaman dan Lebar Parit Yang Renggut Nyawa Anak PNS Pontianak
-
Sanusi, menegaskan setelah ditemukan jasadnya langsung dilarikan kerumah sakit untuk memastikannya.
-
Setelah dilakukan pencarian, akhirnya Nadin ditemukan berada disaluran yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya, sekitar 15 meter.
-
Menurut warga, Mery (43) pihak keluarga telah mencari Nadin mulai sekitar pukul 09.00-10.00 WIB.
-
Bocah hilang berusia 1,5 tahun bernama Nadin yang menghebohkan warga Tanjung Hulu akhirnya ditemukan, Senin (2/12/2019).
-
Bocah itu ditemukan dalam saluran yang berjarak sekitar 15 meter dari depan rumahya, Senin (2/12/2019).
-
Sejumlah warga tampak masih terus melakukan pencarian terhadap bocah hilang bernama, Nadin (1,5), di Gang Bhakti, Jalan Ya M Sabran
-
Kemudian cucu satunye nangis, jadi diamkan dulu, kemudian nyari Nadin tapi pintu rumah udah kebuka.
-
Kata Mery, informasinya ayah Nadin pergi bekerja, Senin (2/12/2019) pagi WIB dan ponselnya ketinggalan di rumah sehingga tidak bisa dihubungi.